Tujuan Hidup Yang Baru

Tujuan Hidup Yang Baru

Gal 2:20 : Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Pada 1807, William Wilberforce menyusuri pasar hendak membeli budak, beberapa para pedagang menawarinya budak terbaik. Tetapi ia berkata: “Aku ingin membeli budak yang terburuk”, sehingga membuat semua terkejut.

Tiba-tiba ada seorang pedagang dengan segera mengajukan budaknya yang tak pernah disukai calon pembeli. Ia budak yg berwajah garang, berkelakuan buruk, selalu mengumpat saat ditawar bahkan meludahi si calon pembeli.

Tetapi justru dengan mantap William membelinya, walaupun sesampai di rumah budak itu terus memaki, mengumpat, dan mengancam akan memporak-porandakan rumah, namun William tak berang. Ia malah menyodorkan sebuah surat, “Ini surat pembebasanmu, sekarang kamu orang merdeka.” Betapa girangnya si budak, ia pun berlari keluar dengan sorak sorai.

Selang kemudian si budak malah kebingungan, kemana ia akan pergi? Dan untuk apa ia hidup kini? karena selama ini ia tak pernah merasa berharga dan tak pernah punya tujuan hidup. Namun kini ia merasakan kasih dari seseorang yg menganggapnya berharga, seseorang yang memberinya arti hidup, sehingga ia memutuskan kembali ke rumah William dan berkata, “Tuan, Anda telah membeli saya dengan lunas, sekarang izinkan saya melayani Tuan di rumah ini, seumur hidup saya.”

Inilah hidup, kita ibarat budak yg terikat kontrak dengan dosa seumur hidup, namun Tuhan telah “membeli” kita dan membebaskan kita pergi dan bebas. Apa yang akan kita lakukan kemudian ? Bersenang-senang tanpa tujuan? Atau kita hendak berkata, “Tuhan, izinkan hamba melayani-Mu, seumur hidup. Mana yang kita pilih?

KARENA PENEBUSAN, KITA MEMPUNYAI TUJUAN HIDUP YANG BARU!

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru