Keluarga Lot – Bagian I

 

 

KELUARGA LOT – Bagian I
Pdt. Djohan Kusnadi

Keluarga Lot sungguh merupakan keluarga yang penuh tragedi. Banyak kehilangan dan kemalangan yang dialami di usianya yang sudah menjelang senja.  Padahal sebelumnya ia cukup berhasil dan menjadi kaya di masa mudanya dan kekayaannya boleh dikatakan hampir sama dengan kekayaan Abraham pamannya. Namun akhirnya semua sirna dan sangat memalukan akhir hidupnya.

Lot adalah anak Haran, kakak Abraham yang tertua.  Seperti di bab sebelumnya, maka sudah dijelaskan beda jarak Abraham dengan Haran adalah sekitar 60 tahun. Maka ada kemungkinan beda jarak Abraham sebagai paman dengan Lot sebagai keponakan tidaklah terlampau jauh.  Lot terpilih ikut rombongan kakeknya untuk berangkat ke tanah perjanjian. Mungkin disebabkan karena ayahnya Lot, yaitu Haran sudah meninggal maka ia dipilih sebagai wakil ayahnya. Rombongan ini akhirnya menetap di kota Haran sampai akhirnya Terah, sang pemimpin rombongan meninggal di sana dan dikuburkan di Haran.  Setelah kematian Terah, Tuhan Kembali memanggil Abraham untuk berangkat ke negeri perjanjian dan kali ini Abraham hanya berangkat dengan istrinya dan Lot keponakannya beserta dengan para pembantu dan ternak-ternak mereka.

Lot semakin sukses dalam usaha peternakan karena ia berada di bawah naungan Abraham, sang paman.  Sehingga karena ternak mereka semakin bertambah-tambah, maka terjadilah keributan antara peternak Abraham dengan peternak Lot sehingga sebagai jalan keluar, Abraham mengajak Lot untuk berpisah agar mereka semakin berkembang.  Namun sayang sejak keterpisahan dengan Abraham, kehidupan Lot tidaklah semakin meningkat sebaliknya mulai ada tanda kemerosotan.

Kemerosotan pertama terjadi ketika ada empat orang raja bergabung untuk menyerang lima orang raja (Kej 14:1-5).  Hal ini disebabkan ke lima orang raja tersebut menolak untuk takluk dan memberikan upeti kepada raja Kedorlaomer setelah dua belas tahun lamanya mereka begitu takluk. Akibatnya raja Kedorlaomer mengajak sekutunya untuk memerangi ke lima raja tersebut yaitu raja Sodom, raja Gomora, raja Adma, raja Zeboim dan raja Bela. Lot saat itu sudah menetap di Sodom. Dalam peperangan tersebut ternyata ke lima raja memberontak itu berhasil dikalahkan dan ditawan musuh.  Seluruh harta kekayaan mereka dirampas dan rakyatnya ditawan. Lot termasuk dalam tawanan tersebut dan seluruh ternaknya juga dirampas beserta dengan para pembantunya.  Bersyukur ada pembantu Lot yang berhasil melarikan diri dan memberikan laporan kepada Abraham.  Abraham pun dengan sigap mengatur para pembantunya untuk siap menggempur pasukan musuh dan mereka berhasil mengalahkan ke empat raja tersebut dan seluruh tawanan dibebaskan dan seluruh harta kekayaan berhasil dirampas kembali.  Dalam hal ini kembali Lot yang sudah tertawan dan terpuruk boleh dipulihkan kembali seperti sedia kala berkat pertolongan Tuhan melalui pamannya, Abraham.

Kemerosotan kedua merupakan penurunan yang sangat fatal karena ketika Lot dan keluarganya harus segera meninggalkan Sodom dan Gomora, mereka tidak berhasil membawa harta milik mereka.  Dalam pelarian itu istrinya yang begitu mencintai Sodom akhirnya terkutuk menjadi tiang garam dan tinggallah Lot hidup bersama dengan ke dua anak perempuannya.  Dari anak perempuannya sendiri Lot memperoleh anak-anak.  Sulit untuk menjelaskan apakah ini adalah anak-anak Lot atau cucu-cucu Lot karena mereka lahir dari anak perempuannya. Sungguh akhir cerita yang tragis dan sangat memalukan.

Dalam kisah Lot, kita menemukan ada beberapa kelebihan-kelebihan positif yang bisa dipelajari.

Satu, Lot seorang pekerja keras.

Ia berjuang seorang diri semenjak ikut dengan pamannya.  Tentu pada awalnya ia mendapat bantuan dari pamannya namun ia berhasil kembangkan dengan luar biasa sehingga berkembang dan sangat berkembang. Pembantunya mulai banyak demikian pula dengan ternak-ternaknya sehingga akhirnya sang paman harus berpisah dengan keponakannya demi kebaikan bersama.

Dua, Lot begitu mengasihi utusan Allah.

Hal ini tampak Ketika Lot bertemu dengan dua pria asing yang datang menghampirinya.  Ketika Lot menyadari bahwa mereka adalah para utusan Allah, Lot segera mengundang mereka ke rumahnya dan menjamu mereka. Ketika penduduk Sodom datang ke rumah Lot dan memaksa agar Lot menyerahkan kedua tamunya tersebut, Lot tanpa ragu-ragu ingin membela ke dua tamu Allah tersebut. Kasihnya kepada para utusan Allah adalah bukti Lot masih beriman dan percaya kepada Tuhan Allah seperti pamannya.

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru