KEADILAN ALLAH

wooden gavel and books on wooden table,on brown background

KEADILAN ALLAH
Pdt. Dimas A. Gulo

“…karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia.”  Ulangan 32:4

Salah satu sifat Tuhan adalah adil.  Yang dimaksud adil adalah bertindak benar sesuai standar kebenaran dan ketetapan hukum yang berlaku.  Tuhan itu adil, artinya Ia akan selalu berlaku benar sesuai prinsip kebenaran-Nya.  Keadilan Tuhan adalah sempurna, utuh, tidak bercacat cela, artinya semua yang Tuhan rencanakan, putuskan dan kerjakan selalu berada pada koridor keadilan.  “Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh, kokoh untuk seterusnya dan selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.”  (Mazmur 111:7-8).

Wujud nyata keadilan Tuhan adalah Ia mencintai kebenaran dan membenci kefasikan.  Oleh karena itu  “TUHAN menguji orang benar dan orang fasik,”  (Mazmur 11:5).

1.  Mencintai kebenaran.  “Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;” (Mazmur 34:16).  Artinya Tuhan sangat memperhatikan dan mengasihi orang-orang yang hidup dalam kebenaran, dan Ia akan memberikan upah atau reward kepada mereka.  “Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucian tanganku di depan mata-Nya. Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci,”  (Mazmur 18:25-27).  Tidak ada yang sia-sia untuk tetap berlaku benar di tengah dunia yang dipenuhi kejahatan ini.  Meski manusia tidak melihat dan tidak menganggapnya tapi di atas takhta-Nya yang kudus Tuhan selalu memperhitungkannya.

2.  Membenci kefasikan.  Tuhan sangat menentang segala bentuk kefasikan, karena itu Ia tidak akan membiarkan setiap pelanggaran dan dosa berlalu begitu saja dari hadapan-Nya, tetapi Ia akan mengganjarnya dengan hukuman…ini bukti bahwa Ia adalah Tuhan yang adil dan tidak bisa dipermainkan!  “…semua orang fasik akan dibinasakan-Nya.”  (Mazmur 145:20).

Jelas sekali bahwa Tuhan akan mengganjar setiap dosa dan kejahatan yang diperbuat manusia dengan hukuman yang setimpal, sebaliknya Ia akan mengapresiasi dengan memberikan upah untuk setiap kebenaran dan perbuatan baik yang dilakukan.

“…Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.”  Mazmur 51:6

 

Bagikan Informasi ini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Informasi Terbaru

Kita Tetap Anak-Nya

Kita Tetap Anak-Nya Suryanto Beberapa hari yang lalu, pada waktu saat teduh, saya membaca Ulangan pasal 8 Perhatian saya tertuju kepada Ulangan 8:4 yang berkata

Selengkapnya »

Keluarga Yefta

Keluarga Yefta (Bagian II) Pdt. Djohan Kusnadi Bagian I Tiga, Roh Allah menghinggapi Yefta (Hak. 11:29) Ini hal yang luar biasa.  Karena hanya orang-orang yang

Selengkapnya »