Dua Prinsip dalam Mengenal Yesus

Dua Prinsip dalam Mengenal Yesus
Lukas 24:13-35
Pdt. Selamet Yahya Hakim

Di awal kisah menyebutkan ada dua orang murid Yesus berjalan dari Yerusalem menuju Emaus. Tidak disebut siapa mereka, karena tentang siapa mereka bukan hal yang penting. Namun siapa yang diperbincangkan jauh lebih penting.

Mereka sedang membicarakan hal yang baru saja terjadi di Yerusalem, yaitu kisah penangkapan, penyaliban, dan kematian Yesus. Bagi mereka peristiwa ini adalah tragis, dan mereka mencoba menghubungkan kisah ini dengan diri mereka. Di awal tulisan ini disebutkan identitas mereka  adalah murid-murid Yesus, maka tentu ada rasa takut dan kuatir yang menguasai mereka karena bisa saja mereka ditangkap dan diperlakukan sama dengan sebagaimana Yesus diperlakukan. Oleh sebab itu, langkah mereka meninggalkan Yerusalem adalah hal yang lebih baik.

Dalam perjalanan, mereka berjumpa seseorang yang dianggap asing. Singkat cerita, orang asing tersebut adalah Yesus yang menampakkan diri kepada mereka, namun tidak dikenal oleh mereka. Bukankah menarik bagi kita untuk bertanya, kenapa sampai tidak mengenal Yesus? Bagaimana cara Yesus memperkenalkan diri-Nya?

Pertama: Ketidakmampuan mereka mengenal Yesus karena tidak pernah terpikir bahwa Yesus bisa bangkit. Karena itu, adalah mustahil jika yang bercakap-cakap dengan mereka adalah Yesus (lihat ayat 18).

Kedua: Yesus menyebut diri mereka orang bodoh, kenapa? Karena semua yang terjadi sudah tertulis dalam Alkitab ( konteks jaman itu adalah kitab Perjanjian Lama). Lalu  Yesus menuntun mereka untuk melihat fakta bahwa peristiwa kebangkitan sesungguhnya sudah ada di dalam Kitab Suci.

Ketiga : Yesus menggunakan pengalaman rohani untuk mempertegas pengajaran-Nya, yaitu perjamuan terakhir ( ayat 30 ).

Maka terbukalah mata mereka ( ayat 31). Apa yang menarik bagi kita? Kombinasi antara belajar Firman Tuhan dan pengalaman rohani adalah sepasang alat yang Tuhan berikan kepada kita untuk mengenal Dia lebih dalam.

Dan tentunya inilah yang menjadi kerinduan Wonderful Light Ministries dalam menjalankan konsep pemuridannya. Agar, kita sebagai anak-anak Tuhan makin hari bukan saja mengetahui kebenaran, melainkan juga mengalaminya, sehingga bertumbuh pengenalan kita kepada Yesus.

Bagikan Informasi ini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Informasi Terbaru