Kasih Yang Dahsyat

Naaman with his wife and Hebrew servant girl
This image is attributed to Moody Publishers / FreeBibleimages.org.

Kasih Yang Dahsyat

Pdt. Max Chandra

Ada sebuah kisah dalam Alkitab yang melukiskan betapa dahsyatnya kasih itu.  Tentu bukan semua kasih, karena kasih pun sudah terkontaminasi oleh dosa.  Tidak jarang kasih itu hanya untuk memuaskan diri sendiri dan mengorbankan orang lain.  

Kasih yang dahsyat ini adalah kasih Yesus Kristus yang pernah datang menjelma menjadi manusia untuk memperagakan kasih-Nya.  Dia mengajarkan dalam Injil Matius bahwa kita harus mengasihi musuh dan mendoakan orang yang menganiaya kita.  Yesus bukan sekedar mengajarkan tetapi memperagakannya di atas kayu salib.  Dia berdoa kepada Allah Bapa, meminta Bapa mengampuni orang yang menyalibkan-Nya.  

Inilah kasih Allah kasih yang kekal kasih tanpa syarat kasih yang dapat menjangkau musuh sekalipun.  Kasih inilah yang ada pada seorang gadis kecil di zaman nabi Elisa.  

I Raja-raja 5 mengisahkan tentara kerajaan Aram menyerang kerajaan Israel dan mengalahkannya.  Banyak orang terbunuh dan sisanya ditawan menjadi budak belian di negeri Aram.  Naaman panglima tentara Aram ini membawa pulang seorang gadis kecil untuk menjadi budaknya melayani istrinya. 

Siapakah gadis kecil ini?  Tidak diketahui nama da nasal usulnya dan keluarganya.  Di manakah orang tuanya?  Mungkin sudah mati terbunuh atau juga sudah dijual sebagai budak di tempat lain.  Kita hanya mengetahui bahwa anak gadis ini mempunyai kerohanian yang baik sekali.  Dia tahu ada nabi di Israel yang sanggup menyembuhkan penyakit kusta yang diderita oleh Naaman.  Dia juga mengasihi keluarga Naaman.  Hal inilah yang luar biasa.

Penyakit Naaman adalah kusta kulit yang dapat menjalar dan bagi orang zaman itu adalah kutuk dan juga harus diasingkan dari masyarakat karena bisa menular.  Betapa menderitanya Namaan dengan penyakit yang dideritanya.  Dia tidak dapat mendekati keluarganya dan bagaimanakah dia dapat menjalankan tugasnya sebagai panglima perang?  Sudah banyak tabib yang mengobatinya tetapi tidak membawa hasil.  

Gadis kecil ini melihat keadaan Namaan ikut menjadi sedih. Dia mengasihi Naaman dan keluarganya.  Ada ayat dalam Efesus 6:5 mengatakan : “Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.”

Mungkin orang tuanya dibunuh oleh Naaman atau dijual ke orang lain pokoknya Naaman adalah musuh negaranya dan juga musuh keluarganya.  Namun kasih Allah menguasai dirinya, dia mengasihi Naaman dan keluarganya  seperti dirinya sendiri.  Naaman dan istrinya dan juga raja percaya perkataan gadis kecil ini bahwa di Israel ada nabi yang dapat menyembuhkan kusta Naaman.  Maka berangkatlah Naaman dengan rombongannya dengan membawa banyak emas dan perak yang mungkin senilai dua juta dolar Amerika atau setaraf dengan 28 miliar rupiah (2022).  

Singkat cerita, sampailah Naaman di depan pondok nabi Elisa.  Elisa mengutus muridnya memberitahukan Naaman supaya pergi mandi tujuh kali di sungai Yordan.  Semula Naaman menjadi marah karena Elisa tidak keluar menyambutnya juga tidak membacakan doa jampi-jampi seperti tabib yang lainnya dan juga tidak mengoleskan obat ke tubuhnya, namun berkat nasehat pengawalnya dia mau juga mandi di sungai Yordan yang kotor itu.  

Setelah Naaman membenamkan tubuhnya tujuh kali ke sungai Yordan terjadilah peristiwa besar yaitu kulit tubuh Naaman menjadi tahir seperti kulit tubuh seorang anak.  Peristiwa ini mengagetkan seluruh rombongan Naaman.  Kasih yang dahsyat membuahkan kesembuhan Naaman yang membuat Naaman percaya kepada Allah Israel.  Dia mengatakan : “Sekarang aku tahu bahwa di bawah kolong langit ini tidak ada Allah selain di Israel.”  Naaman meninggalkan dewa Rimon dan percaya Allah orang Israel.  Dia beserta rombongan kembali ke Aram membawa berita “Percayalah kepada Allah Israel” dan tentu banyak yang percaya.

Siapakah membawa keselamatan ke negeri Aram?  Seorang gadis kecil  yang memiliki kasih dari Allah telah menyelamatkan mungkin beribu-ribu orang di negeri Aram.   

 

Bagikan Informasi ini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Informasi Terbaru