Visionary Disciples (Murid yang Bervisi) – Bagian II

Visionary Disciples (Murid yang Bervisi) – Bagian II
Pdt. Gideon Ang

Bagian I

Ketika ikut Tuhan, terapkan prinsip-prinsip firman Tuhan.
Bagaimana kita menjadi garam? Menjadi Murid dalam khotbah di bukit dikatakan kepada murid-murid. Matius 5:1, Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.

Arti garam – menjadi garam, sebagai garam atau memberi garam? Alkitab mengatakan kamu adalah garam.

Bagaimana melakukannya?
1. Orang Kristen berbeda dengan dunia, karena punya hidup rohani, mata rohani – berbeda secara esensi karena jiwa sudah ditebus oleh Yesus Kristus. Ini bukan karena kita lebih baik dari orang lain, tetapi karena Tuhan yang sudah menebus kita, sehingga kita bisa berubah.
2. Tidak ada orang Kristen yang bukan murid. Hari pertama kita menerima Tuhan, kita sudah jadi murid. “Kamu adalah” = you must be what you are, bukan pura-pura tidak dapat dielakkan, kita adalah garam dan terang. Fungsi garam adalah mencegah kebusukan. Di dunia ini ada orang yang baik secara wahyu umum. Tetapi di antaranya sebagian besar adalah anak-anak Tuhan yang hidupnya “adalah” (you must be what you are).
3. Berani berdiri (identifikasi), dengan penginjilan dan tindakan sosial.
Penginjilan = secara verbal mengatakan, dengan hadir.
Penginjilan dibutuhkan karena itu merupakan regenerasi Allah.

Kesaksian sederhana tentang menjadi garam:
Di sebuah ruang UGD rumah sakit, terbaring seorang anak muda bertubuh gemuk berambut panjang, penampilannya kotor, menggunakan jaket panjang sampai ke tanah – keadaan yang bertolak belakang dengan kondisi rumah sakit yang steril. Pada saat dia masuk ke sana, semua juru rawat saling memandang. Kepala juru rawat bernama Bonny, menangani anak muda itu, memandikan dan membersihkan dia. Sambil memandikannya, Bonny berpikir, siapa dan di mana keluarga dari anak muda ini. Supaya tidak canggung, dia melakukannya sambil bersenandung. Kemudian Bonny berkata pada anak itu, bahwa dia akan membersihkan tubuh bagian belakangnya, karena rumah sakit adalah tempat merawat dan menyembuhkan orang.

Dia kaget ketika melihat punggung anak itu, karena penuh bekas luka. Pada waktu dia mengusap dan membersihkan punggung anak itu, dia bersenandung sambil berdoa, agar jiwa anak muda itu bisa disentuh oleh Tuhan, karena sudah mengalami kekejaman hidup dan permusuhan dunia. Setelah memandikannya, Bonny mengoles tubuh anak muda itu dengan baby lotion dan baby powder. Anak muda itu pun menangis gemetar, tapi wajahnya senang, dia tersenyum dan berkata dengan suara gemetar: “No one ever touch me for years, thank you, I’m healing.”

Perbuatan Bonny adalah garam. Dia hanya melakukan pekerjaannya, bersenandung dan berdoa. Bonny adalah kepala juru rawat. Dia bisa saja menyuruh bawahannya untuk melakukan pekerjaan itu. Tetapi dia memutuskan untuk melakukannya sendiri. Ini contoh garam yang membuat kebusukan dunia dicegah.

Tanya Jawab:
Bagaimana tanda-tanda mendapatkan panggilan dari Tuhan?
Pertama, kerelaan hati. Melayani sesuai firman Tuhan tidak mudah, tetapi kita rela.
Kedua, jika kita sudah melayani sebagai pengurus, guru sekolah minggu, dsb., tetapi Tuhan bilang “tidak, kamu full time”, kita merasakannya karena pekerjaan Roh Kudus di hati kita.
Ketiga, Roh Kudus selalu mengingatkan.
Keempat, dapat konfirmasi dari orang-orang lain di sekitar kita.

Sharing:
Menjadi garam dan terang, jangan takut menerima kutukan, dikucilkan, masuk penjara sekalipun. Tuhan tetap menyertai. Yusuf masuk penjara bukan karena kesalahannya, tetapi karena orang lain. Tetapi percayalah bahwa Allah berdaulat, jadi kita jangan takut. Allah itu Maha Hadir, Maha Kuasa. Tuhan akan membimbing kita dan memberi hikmat.

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru