TWO GREAT
Pdt. Selamet Y. Hakim

Ada dua pengajaran yang Tuhan Yesus berikan kepada murid murid-Nya, yaitu : hukum yang terbesar dan amanat agung, yang dalam bahasa Inggeris disebut Great Commandment and Great Commission.

Matius 22:36-40

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?”

Jawab Yesus kepadanya:

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Matius 28:19-20

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Sebagai Pendeta saya selalu memikirkan dua hal, karena kedua hal ini disebut “the great”. Oleh karena itu semua aktivitas pelayanan dan kehidupan gereja maupun pribadi kita sebagai Kristen harus mengarah kepada dua hal terutama ini.  Bagaimana kita menyelaraskan dua perintah ini dalam semua cakupan pelayanan kita?

Ada dua hal yaitu: Penyembahan dan Penginjilan.

Yang pertama adalah Penyembahan.

Penyembahan adalah pusat ibadah dan ketaatan kita sebagai orang Percaya.

Penyembahan adalah hak istimewa yang Tuhan berikan kepada kita.

Penyembahan adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh Tuhan untuk diri-Nya sendiri.

Namun dalam perjalanan kekristenan penyembahan telah bergeser nilainya, ketika orang percaya lebih mementingkan tata cara, tempat, bentuk dan persembahan yang harus diberikan,  dan tidak sedikit kita melihat bahwa dosa yang terbesar yang terjadi justru terjadi di tempat dan dalam kaitan dengan penyembahan.

Kejadian 4:4-7

Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.

Firman TUHAN kepada Kain:

“Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

Yesaya 1:11-13

“Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?” firman TUHAN; “Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan dan akan lemak dari anak lembu gemukan; darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.

Apabila kamu datang untuk menghadap di hadirat-Ku, siapakah yang menuntut itu dari padamu, bahwa kamu menginjak-injak pelataran Bait Suci-Ku?

Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.

Yohanes 2:13-17

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.

Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”

Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”

Dimulai dari Kain dan Habel, sebagai manusia pertama yang menyembah Tuhan sampai pada zaman Tuhan Yesus, penyembahan telah menyimpang dari maksud dan tujuannya, dan penyimpangan ini terus terjadi sampai zaman sekarang.

Tentunya fakta seperti ini harusnya menjadi introspeksi bagi kita semua, apakah kita sudah menjadi penyembah yang sejati?

Roma 12:1-2 adalah petunjuk bagi kita semua.

Roma 12:1-2

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Hal kedua adalah penginjilan.

Pada saat kita menginjili maka kita sedang mengerjakan atau mewujudkan kecintaan dan ketaatan kita kepada Tuhan, sekaligus kasih kepada sesama manusia.

Kasih yang diwujudkan dengan pemberian makanan dan uang adalah baik bagi yang membutuhkan, tetapi kedua pemberian ini baru mewujudkan keselamatan jasmani, belum keselamatan rohani yang bersifat kekal.

Untuk itulah amanat agung diberikan supaya para murid, pergi memberitakan Injil. Dan Injil yang dimaksud adalah Injil tentang Yesus Kristus yang mati dan bangkit dari antara orang mati. Sehingga keselamatan rohani terwujud bagi setiap orang yang percaya.

Dan jika membaca kitab kisah para rasul, maka mulai dari pencurahan Roh kudus  sampai kitab ini ditutup, isinya cuma satu poin, yaitu bagaimana Injil diberitakan ke seluruh bumi.  Kenyataan ini harusnya menjadi pelajaran penting bagi setiap anak Tuhan bahwa tidak ada aktivitas yang lebih penting dari gereja selain terus memberitakan Injil.

Bagaimana kita mewujudkannya?

Gunakan prinsip hidup Rasul Paulus dalam Filipi 1:21-22

Filipi 1:21-22

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu.

Sebagai penutup dan sekaligus berkat bagi kita semua adalah: kita mengalami penyertaan Allah sampai pada kesudahan-Nya.

(WLM hadir untuk menjadi guide saudara sekalian dalam mewujudkan TWO GREAT melalui kehidupanmu)

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru

Siapa Yang Bersalah

SIAPA YANG BERSALAH Nats: Keluaran 32 Pdt. Dimas Menyalahkan orangtua, teman-teman, atau keadaan karena dosa-dosa kita adalah tindakan yang buruk. Namun yang paling buruk adalah

Selengkapnya »