Tuhan Adalah Gembalaku

Tuhan adalah Gembalaku
Pst. Max Chandra

Daud menulis Mazmur ini sangat spesial, karena dia adalah juga seorang gembala. Seorang gembala yang dipandang enteng oleh ayahnya sendiri.  Ketika Samuel diutus Tuhan ke rumah Isai untuk menahbiskan salah seorang anak Isai menjadi raja menggantikan Saul, maka Isai menyuruh tujuh orang anak laki-lakinya berkumpul untuk dipilih oleh Samuel, namun tidak satu pun yang dipilih Tuhan.

Samuel bertanya kepada Isai apakah ini semua anakmu? Isai menjawab masih ada satu lagi tetapi yang satu itu masih sangat muda pipihnya masih kemerah-merahan lagi pula dia sedang menggembalakan domba-domba keluarga mereka. Samuel minta Isai memanggil anak itu yang bernama Daud, dan sesampainya Daud di depan Samuel Tuhan berkata kepada Samuel bahwa “jangan memandang seseorang dari luarnya” dan ditahbiskannyalah Daud menjadi raja Israel.

Daud seorang gembala dan dia tahu apa arti seorang gembala yang sejati gembala yang baik yang rela mengorbankan nyawanya bagi domba-dombanya. Daud sering bergulat dengan binatang buas yang merampas dombanya dan merebutnya kembali. Dia memakai gada untuk membunuh binatang buas dan juga pengalih-alih yang dapat menyambitkan batu dengan kecepatan peluru. Daud seorang yang dekat dengan Tuhan, dia tahu bagaimana bersandar kepada Tuhan seperti domba-dombanya bersandar kepadanya.

Domba adalah binatang yang istimewa dan sering dibicarakan dalam Alkitab. Tuhan menyembelih dua ekor domba dan kulitnya diberikan kepada Adam dan Hawa untuk menjadi penutup tubuhnya. Habil tahu bahwa dia harus mengurbankan domba dalam ibadahnya kepada Tuhan.  Semua binatang yang masuk ke bahtera adalah sepasang kecuali binatang yang tidak haram tujuh pasang di antaranya adalah domba karena akan dijadikan kurban syukur oleh Nuh. Musa diharuskan menjadi gembala 40 tahun sebelum memimpin umat Israel keluar dari Mesir lalu masuk ke Kanaan. Yesus disebut anak domba Allah yang menghapus dosa dunia.  Dalam kitab Wahyu Yesus disebut anak domba Allah yang disembelih.

Dalam pengajaran Yesus, Dia pernah mengatakan kepada murid-Nya bahwa Dia mengutus mereka seperti seekor domba ke tengah-tengah serigala. Yohanes pasal 10 Dia berbicara tentang Gembala yang baik yang memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.

Mengapakah domba begitu istimewa? Domba tidak dapat lari cepat ketika dikejar serigala, domba juga tidak punya cakar dan gigi yang tajam untuk melawan binatang buas. Domba juga adalah binatang yang tidak tahu jalan pulang kalau tersesat. Namun domba mempunyai senjata satu-satunya, yaitu jeritannya yang memanggil gembalanya ketika domba berada dalam keadaan bahaya.

Kondisi ini persis seperti orang Kristen pengikut Yesus. Orang Kristen sering kalah dalam berperkara karena tidak mau berbohong dan tidak mau memakai cara-cara curang, namun orang Kristen dapat berdoa. Doalah menjadi senjata yang ampuh bagi orang Kristen. Domba dapat bertahan hidup dalam kandang serigala karena gembalanya ada di sampingnya.  Gembala akan mencari domba yang hilang, bahkan dikatakan bahwa gembala meninggalkan 99 ekor dombanya demi mencari satu ekor yang terhilang. Domba yang bandel sering tersesat dipatahkan kakinya oleh gembala kemudian dibalut dan sambil digendong ke mana-mana oleh gembala, dan setelah kaki itu sembuh domba ini akan menjadi domba yang taat kepada gembalanya.

Daud menyadari bahwa Tuhan itu adalah gembala yang baik, dia tidak pernah khawatir akan kebutuhan sehari-harinya. Orang percaya Yesus tidak tentu kaya raya tetapi berkecukupan. Dan dikatakan bahwa gembala atau Tuhan menyegarkan jiwanya dan memimpinnya menuju ke jalan yang benar.

Tuhan juga menginginkan orang percaya mengenal Tuhan dengan benar dijauhkan dari ajaran yang sesat dan menyimpang dari kebenaran Tuhan.  Tuhan mau kita mengenal sifat-sifat dan jalan kebenaran Tuhan.  Janganlah orang percaya itu hanya mengenal Tuhan sebagai Allah yang mencukupi kebutuhan sehari-hari saja. Seperti seorang ayah dan ibu mau anaknya mengenal sifat, pekerjaan, kebiasaan, perasaan, kesusahan, rencana dan apa saja tentang mereka.

Daud dalam hidupnya paling tidak menghadapi 4 musuh yang sangat berbahaya, tetapi dia berkata bahwa dia sekalipun melewati lembah bayang-bayang maut dia tidak takut bahaya karena Tuhan besertanya, gada dan tongkat Tuhan itulah yang menghiburnya. Mengapa gada dan tongkat Tuhan menghiburnya? Gada seorang gembala dipakai untuk melindungi domba dari binatang buas, tetapi tongkat yang panjang dan kurus itu dipakai untuk menghajar domba yang bandel. Daud tahu Tuhan melindungnya dari musuh dari luar dan juga menghajarnya jika dia tersesat.

Musuh Daud yang pertama ialah Goliat. Goliat menakutkan bagi Saul dan tentara Israel namun bagi Daud itu adalah perkara kecil hanya dengan satu jurus Goliat dibunuhnya.

Musuh yang kedua ialah Saul raja Israel. Sangat sulit bagi Daud untuk menghadapi Saul rajanya. Dia menghormati Saul sebagai raja Israel yang diurapi Tuhan, dia tidak bisa membunuhnya tetapi Saul terus menerus mengejar dan mau membunuhnya. Dua kali dia mempunyai kesempatan membunuh Saul tetapi tidak mungkin dia lakukan itu karena takut akan Tuhan. Daud mengalami kesulitan menghadapi Saul lebih dari pada menghadapi Goliat.

Musuh yang ketiga ialah dirinya sendiri. Setelah dia sudah duduk di atas takhta, dia menjadi malas, pongah, sok berkuasa, kejam, licik, serakah, berzina dan sebagainya. Dia melupakan Tuhan. Ketika berperang dia tidak lagi memimpin pasukannya tetapi bermalas-malasan di istananya, serta serakah. Daud sudah memiliki tujuh istri, tetapi dia masih ingin memiliki istri dari perwiranya yang setia. Dia membiarkan dengan sengaja Uria sang perwira itu mati terbunuh di medan perang supaya dia dapat mengambil istrinya menjadi gundiknya.

Musuhnya yang keempat ialah Absalom anaknya. Perzinaan yang dilakukan Daud menjadi contoh bagi Anak sulungnya Abnon. Abnon dengan tipu muslihatnya memperkosa adik tirinya Tamar yaitu adik Absalom. Absalom lalu membunuh Abnon dan memberontak terhadap Raja Daud. Daud lari dari Absalom, dia meninggalkan istananya mengembara di kejar anaknya sendiri.

Daud bertobat menulis Mazmur 51 yaitu mazmur pertobatan Daud.  Tuhan menolong Daud menyelamatkannya. Dia merasakan seperti domba yang tersesat yang dipatahkan kakinya oleh gembalanya lalu disambungnya kembali kaki itu. Daud merasakan dekat dengan Tuhan sekalipun banyak musuhnya dia tenang di dekat Tuhan. Daud melukiskan ketenangan itu dengan “Tuhan menyediakan hidangan di hadapan lawannya”.

Di akhir hidup Daud, dia merindukan tinggal di bait Tuhan. Bait Tuhan yang sejati ialah Yesus. Yesus berkata rombak bait Allah ini, Dia akan membangun-Nya dalam tiga hari, yaitu Dia mati dikubur dan pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematian. Ibadah kita bukan lagi di Yerusalem atau di gunung itu tetapi di dalam Roh dan kebenaran di dalam Yesus Kristus. Kerinduan Daud bukan lagi kesuksesan jasmaniah, tetapi hanya dekat dengan Tuhan saja sudah cukup.

Bagikan Informasi ini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Informasi Terbaru