The Wonderful Light Story – There is a Fountain

The Wonderful Light Story
There is a Fountain

William Cowper, yang lahir tahun 1731 sampai 1800 adalah salah satu penulis literatur klasik terbaik dari Inggris. Hidupnya merupakan sebuah kesaksian akan anugerah Allah yang ajaib bagi mereka yang menderita depresi mental. Seperti pemazmur yang menyerukan, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku?”, Cowper memperlihatkan kepada kita bahwa di dalam pergumulan emosi sekalipun, kita dapat mendengar suara Tuhan. Kehilangan ibu di usia 6 tahun meninggalkan luka di hatinya yang tak pernah sembuh. Dalam keadaan sedih, ia dikirim ke sekolah yang memiliki asrama. Mentalnya semakin terguncang, ketika ia terus diganggu dan disiksa seorang teman selama 2 tahun. Cowper juga gagal dalam ujian untuk menjadi ahli hukum seperti yang diinginkan ayahnya. Memikirkan hidupnya yang sia-sia, Cowper membuang Alkitabnya.

Pada suatu pagi yang suram, ia mencoba mengakhiri hidupnya dengan menelan racun, tetapi gagal. Lalu dengan kereta kuda, ia meloncat dan menenggelamkan diri di sungai Thames, tetapi usaha ini pun gagal karena seutas tali yang justru membelitnya. Esok harinya, ia menjatuhkan diri pada pisau yang tajam, namun pisau ini pun patah ketika akan menembus tubuhnya. Pernah ia menjerat lehernya dan menggantung diri, tetapi tak lama kemudian ia ditemukan seseorang yang menyelamatkannya. Akhirnya ia dikirim ke rumah sakit jiwa yang dikelola Dr. Nathaniel Cotton, seorang Kristen yang taat dan mencintai sastra. Perlahan-lahan ia semakin pulih. Di dalam perawatan ini, Cowper menemukan Tuhan Yesus ketika ia membaca Roma 3:25, “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Maksudnya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.”

Setelah itu hidup William Cowper masih mengalami saat-saat yang gelap karena tekanan mentalnya, tetapi ia tidak pernah berusaha membunuh diri lagi. Karena ia sudah memiliki Tuhan Yesus di hatinya. Seperti yang ia tuliskan dalam pujian berikut ini: “There is a fountain, ada sebuah sumber penuh dengan darah dari Immanuel, Tuhan yang menyertai kita. Setiap orang yang datang kepada-Nya, dosanya akan dihapuskan!”

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru

Hakikat Gereja

Apa sebenarnya hakikat “Gereja” (berdasarkan 1 Timotius 3:14-16) Sebuah Perenungan Pdt. Joni Stephen Dalam perikop yang singkat ini Paulus memberikan 3 gambaran tentang gereja. Marilah

Selengkapnya »

Siap Ditegur

SIAP DITEGUR Pdt. Dimas Arjuna Gulo Dalam jaman yang semakin individualistis dan moralitas dipandang sebagai urusan personal, kata “teguran” sudah mengandung makna yang negatif. Orang

Selengkapnya »