Sejarah Gereja Mormon
Pst. Max Chandra

Ajaran Mormon diprakarsai oleh Joseph Smith dan diresmikan pada tahun 1830 sebagai sebuah gereja. Di Indonesia, gereja ini bernama Gereja Yesus Kristus dan Gereja Orang-orang Suci Zaman Akhir (OSZA). Joseph Smith (1805-1844) lahir di Vermont kemudian pindah ke bagian barat New York. Ketika usianya ke-18 dia mendapat penglihatan dari dua tokoh surgawi yaitu Allah Bapa dan Yesus yang mengajarkan Joseph supaya tidak mengikuti ajaran gereja sekitarnya yang keliru, kemudian malaikat Moroni menampakkan diri kepadanya dan memberitahukan kepadanya lempengan emas yang tersembunyi di bukit kecil Palmyra atau Cumorah Hill.
Lempengan emas itu mengandung tulisan yang sangat berharga dan sebelum waktu yang telah ditetapkan oleh Tuhan, ia dilarang memindahkan lempengan emas tersebut dari tempatnya. Kepada Joseph, ia diberikan kemampuan khusus dan perlengkapan dalam menerjemahkan tulisan yang ada di lempengan itu nantinya. Tahun 1827 dengan dibantu oleh teman-temannya Oliver Cowdery, David Whitmer, dan Martin Harris mulailah menerjemahkan lempengan emas itu. Pada Juni 1829 penerjemahan selesai dan tahun 1830 dibukukan menjadi kitab Mormon. Selama penerjemahan Joseph Smith mendapat kunjungan dan urapan dari Imam Harun, Yohanes Pembaptis, rasul Petrus, rasul Yakobus, rasul Yohanes dan imam Melkisedek. Setelah diterjemahkan lempengan itu ditarik kembali oleh Allah sehingga tidak dapat lagi dibuktikan keakuratan terjemahan itu.
Gereja Mormon resmi berdiri di New York pada 6 April 1830 dan Joseph Smith sebagai pemimpinnya.

Ajaran Mormon Yang Aneh
1. Allah Bapa memiliki badan jasmani yang dapat dilihat kasat mata dan diraba, namun memiliki kekuatan yang luar biasa. Allah dapat mencapai status sebagai makhluk tertinggi di alam semesta berkat usahanya untuk hidup benar secara terus menerus. Tanggapan: Alkitab mengatakan bahwa tidak ada yang dapat melihat Allah kecuali pribadi kedua yaitu Yesus Kristus.
2. Ajaran Mormon mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Lucifer yang dilahirkan dari hubungan Allah dengan Maria. Yesus juga dikatakan menikah dengan Marta dan Maria, serta memiliki keturunan sebelum disalib. Mormon mempercayai bahwa Yesus adalah Allah, karena setiap manusia dapat menjadi Allah. Tanggapan: Yesus lahir dari anak dara Maria karena dinaungi Roh Kudus. Jelas Lucifer itu setan, bagaimana mungkin Yesus adalah anak setan yang juga dipercayai oleh Mormon.
3. Umat Mormon percaya bahwa Roh Kudus adalah benda yang kekal keberadaannya namun tidak dapat hadir di lebih dari satu tempat. Roh Kudus dapat dikaruniakan kepada seseorang melalui upacara-upacara keagamaan yang dipimpin oleh pendeta Mormon. Tanggapan: Roh Kudus adalah suatu pribadi, Dia dapat berduka-cita, membimbing, dibohongi.
4. Gereja Mormon mengajarkan bahwa manusia adalah roh yang sudah ada. Roh manusia ini tinggal bersama Allah dan Yesus Kristus dalam pra kehidupan sebelum nanti masuk ke dalam dunia. Roh ini kemudian mengambil tubuhnya pada saat dilahirkan di dunia. Ajaran Mormon menyatakan bahwa manusia tidak diciptakan oleh siapa pun, bahkan manusia bisa menjadi Allah. Tanggapan: Mormon bahkan mengajarkan bahwa manusia yang sudah mati akan berevolusi makin hari makin menjadi sama dengan Kristus dan akhirnya menjadi Kristus atau Allah. Jadi konsep Allahnya Mormon ialah berproses menjadi. Kalau Allah masih berproses itu bukan Allah, karena prasuposisi umum mengatakan bahwa Allah itu tidak dicipta dan tidak berproses.
5. Mormon mengajarkan bahwa kematian dan kebangkitan Yesus tidak menyelamatkan umat manusia. Bagi mereka, keselamatan hanya didapat melalui ketaatan pada aturan dan sakramen, serta perbuatan baik. Tidak heran jika umat Mormon terkenal sebagai umat yang berhati mulia dengan banyak misi kemanusiaannya. Tanggapan: Pandangan ini adalah pandangan yang sangat memuaskan rasa keadilan tetapi menolak anugerah. Banyak agama berpendapat manusia masih dapat berbuat baik, namun apa ukuran kebaikan itu? Berapa besar poin yang didapat karena berbuat baik dan berapa poin hilang karena berbuat jahat? Apakah kebaikan itu diukur juga dari motivasinya? Betapa banyaknya kebaikan dilakukan dengan motivasi kemunafikan? Kalau keselamatan diukur dari perbandingan kebaikan dan dosa, maka menurut Alkitab jika kita percaya dan menerima anugerah Yesus maka itu nilai poinnya tidak terbatas, begitu pula jika seorang menolak anugerah Yesus maka pengurangan poinnya juga tidak terbatas. Jadi ukurannya bukan kebaikan yang dilihat dengan mata tetapi ini masalah beriman atau tidak beriman.
6. Gereja Mormon memiliki banyak sakramen baptisan, salah satunya adalah baptisan untuk penebusan dosa yang dilakukan oleh para pendetanya. Baptisan sebagai sebuah sakramen adalah syarat mutlak untuk sebuah keselamatan. Bahkan, orang yang sudah meninggal dapat diselamatkan jika salah satu anggota keluarganya yang masih hidup menggantikan mereka menerima baptisan. Tanggapan: Baptisan itu hanya suatu kesaksian dan terjadi setelah kelahiran baru. Keselamatan mendahului baptisan, bahkan ada yang tidak dibaptis seperti penjahat yang disalib di sebelah Yesus masuk surga karena percaya. Mormon sangat menekankan baptisan, bahkan orang baru percaya belum mengerti ajaran Mormon sudah dibaptis dulu nanti pelan-pelan belajar ajaran Mormon.
7. Mormon mengajarkan praktik poligami dan berpendapat bahwa hubungan suami istri tidak terbatas hanya di dunia ini, tetapi juga sampai di akhirat (celestial marriage). Tidak jarang umat Kristen menceraikan pasangannya yang tidak mau mengikuti praktik poligami ini. Joseph Smith memiliki 27 istri dan penggantinya Birgham Young memiliki 45 istri. Tanggapan: Jika kita bertanya kepada pengikut Mormon apakah kamu juga akan memiliki banyak istri dan jika semua orang menjadi Mormon apakah dunia ini cukup perempuan? Mereka akan menjawab bahwa mereka hanya boleh punya satu istri, hanya Joseph Smith dan Birgham Young yang boleh memiliki banyak istri karena mereka adalah orang suci. Apakah pengikut Mormon yang rajin menyebarkan ajaran Mormon tidak suci????
8. Selain Alkitab, Mormon memiliki 3 buku lain yang dianggap sebagai kitab suci, yaitu Kitab Mormon (The Book of Mormon), Doktrin dan Perjanjian (Doctrine and Covenants), dan Mutiara yang bernilai (Pearl of Great Price). Tanggapan: Bagi pengikut yang masih baru mereka hanya mengajarkan dua dahulu, setelah sudah dibaptis baru diajarkan yang ketiga. Mengapa? Karena yang ketiga sudah mengajarkan tentang perkawinan Joseph Smith yang suci itu, dikhawatirkan pengikut baru bisa salah paham terhadap Mormon tentang hak istimewa Joseph Smith dan Birgham Young yang diperbolehkan Tuhan mengawini banyak istri.
9. Mormon percaya bahwa lempengan emas yang diterjemahkan oleh Joseph Smith itu berasal dari Israel. Pada zamannya Salomo sudah ada kapal yang dapat berlayar sangat jauh. Setelah Salomo digantikan oleh anaknya Rehabeam banyak bawahan Salomo kecewa terhadap Rehabeam dan dengan kapal mereka meninggalkan Israel menuju benua Amerika dengan membawa lempengan emas yaitu firman Tuhan. Tanggapan: Jika memang orang Mormon yang pertama kali menemukan benua Amerika mengapa mereka tidak terang-terangan mengumumkannya dan dibuktikan secara ilmiah bukankah itu sangat menguntungkan pihak Mormon? Ternyata mereka tidak berani karena minim bukti atau hanya khayalan saja. Lempengan itu juga mungkin khayalan atau salinan kitab Yesaya, yang memang isi kitab Mormon hampir semua dikutip dari kita Yesaya secara acak-acakan. Itulah sebabnya dikatakan sudah ditarik kembali oleh Allah.
10. Adanya peristiwa simetris antara Israel dan benua Amerika. Yesus pernah muncul di tengah murid-Nya setelah bangkit dari kematian. Peristiwa ini terjadi di Galilea Israel dan juga terjadi Yesus menampakkan diri-Nya di antara 12 murid-Nya di Amerika tentu 12 murid itu adalah murid yang lain yang tidak sama dengan Petrus dan kawan-kawannya. Tanggapan : Tidak ada catatan atau bukti menunjukkan ada 12 murid Yesus yang lain yang simetris dengan yang di Israel, ini juga khayalan belaka.

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru

Siap Ditegur

SIAP DITEGUR Pdt. Dimas Arjuna Gulo Dalam jaman yang semakin individualistis dan moralitas dipandang sebagai urusan personal, kata “teguran” sudah mengandung makna yang negatif. Orang

Selengkapnya »