Seeing God’s Plan Through the Eyes of Faith

Seeing God’s Plan Through The Eyes of Faith
Pdt. Gideon Ang

Roma 8:28
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”

Perjalanan iman memandang rencana Allah di tengah peristiwa ataupun penderitaan Covid-19. Ketika diminta menulis buku tentang penderitaan (The Problem of Pain), C.S. Lewis mengatakan: “Saya merasakan diri sendiri jauh dari perasaan sesungguhnya akan hal yang saya tuliskan atau katakan, bahwa tidak ada lain selain mohon belas kasihan dan hasrat ingin seperti itu jika mungkin.” Lewis melanjutkan: “Saya tak pernah mengalami penderitaan, bahkan dalam imajinasi tentang penderitaan yang tak tertanggukan, … Tak lain yang saya sampaikan sebagai keyakinan saya, bahwa ketika menanggung penderitaan, sedikit dorongan semangat (courage) lebih menolong dari pada banyak pengetahuan (knowledge), sedikit simpati sesama lebih dari pada banyak dorongan semangat, dan kasih Allah yang paling sedikit pun lebih dari semua itu.”

George MacDonal (dalam Unspoken Sermons, First Series) berkata: “The Son of God suffered unto death, not that men might not suffer, but that their sufferings might be like His.” Kiranya penderitaan kita sebagai anak Tuhan boleh menjadi seperti penderitaan Kristus. Seperti Rasul Paulus dalam Filipi 3:10, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.”

Seeing God’s plan through the eyes of faith adalah sebuah perjalanan iman dari Triple C (CCC) ke Triple A (AAA), from “these” to “those”.

  1. Seeing the Cross behind everything
    Roma 8:28, “Kita tahu sekarang” We are assured and know (Amplified Bible), all things work together. Di balik semua, “dalam segala sesuatu” ada iman karena Salib-Nya. Behing of “these”, there is faith of The Cross. R.C. Sproul (dalam Getting the Gospel Right) berkata: “The Heart of The Gospel is ‘Sola Fide’ – salvation by faith alone, in Christ alone. It is key to the great gift God has given.”
  2. Seeing the Crisis through God’s Eye
    NIV “… in all things God works for the good.” Allah turut bekerja dalam segala sesuatu. Semua yang terjadi adalah dalam rencana-Nya, dalam providensia Allah. John Calvin (dalam Calvin Commentaries) berkata: “I can say that nothing occurs merely by the wheels of blind fortune, because the will of God reigns over all that happens.” Bagi Calvin semua yang terjadi adalah karena kehendak Allah yang berdaulat seperti lagu Bapa Surgawi:
    Bapa surgawi ajarku mengenal
    Betapa dalamnya kasih-Mu
    Bapa surgawi buatku mengerti
    Betapa kasih-Mu padaku
    Semua yang terjadi di dalam hidupku
    Ajarku menyadari Kau s’lalu sertaku
    Bri hatiku s’lalu bersyukur pada-Mu
    Karna rencana-Mu indah bagiku
  3. Seeing Christ through the Cross of His Love in Crisis
    (Amp) “… to those who love God and are called according to (His) design and purpose.” “… bagi mereka yang mengasihi Dia …”
    1 Yohanes 4:10 berkata, “Inilah kasih itu: bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.”

 

Warren Wiersbe dalam eksposisi Roma 8, khususnya bagian Roma 8:18-30 menyebutnya “Freedom from Discouragement, No Frustration.” Orang beriman tak pernah dan tak perlu merasa sia-sia, percuam tak berarti pada waktu mengalami penderitaan ataupun ujian pencobaan. Ia tahu Allah turut bekerja dalam segala sesuatu, termasuk Covid-19 (Rom. 8:28) dan Allah mempunyai rencana-Nya yang sempurna (Rom. 8:29). Allah mempunyai 2 (dua) tujuan dalam rencana-Nya  tersebut, yaitu untuk kebaikan kita dan kemuliaan-Nya.

Akhirnya Allah akan membentuk kita menjadi serupa Anak-Nya, Yesus Kristus (Rom. 8:29), melewati proses Triple A (Accept, Adjust, Achieve). Accept His Cross, Adjust Crisis to God’s Plan, for our good and His Glory, Achieve to be like Christ by the help of Holy Spirit.

Soli Deo Gloria

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru

Doa Yabes

Bahan Nats: I Taw. 4:9-10 Suryanto Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan

Selengkapnya »