Pelayan Andalan Gereja/Gembala

Pelayan Andalan Gereja/Gembala
Refleksi Filipi 2:19-30
Pdt. Selamet

Pendahuluan.
Wonderful Light Ministries (WLM) hadir melalui sebuah visi untuk menjadikan orang percaya menjadi murid Tuhan yang melayani dengan ciri 3A (Actual, Active and Attractive), singkatnya menciptakan pelayan yang dapat diandalkan oleh gereja dan gembala untuk terlibat dalam pelayanan baik di dalam gereja (pastoral) maupun di luar (misi: penginjilan dan church planting).

Lewat tulisan ini, saya akan memaparkan kriteria yang diperlukan untuk menjadi pelayan andalan gereja /gembala (Lihat Filipi 2:19-30).

Latar belakang jemaat Filipi dan pergumulannya.
Jemaat Filipi adalah jemaat yang didirikan oleh Rasul Paulus melalui perjalanan misinya. Dimulai dari pertobatan seorang wanita yang bernama Lidia, jemaat tersebut terus bertumbuh. Walaupun usianya masih muda, namun jemaat Filipi telah terlibat dalam banyak pelayanan, baik secara finansial maupun menunjukkan keberaniannya dalam mendukung pelayanan Rasul Paulus dengan cara menyediakan tempat untuk beribadah (Kis 16).

Sejalan dengan pertumbuhannya, sebenarnya jemaat Filipi memerlukan pemimpin yang bisa menggembalakan mereka, namun pekerjaan ini tidak bisa dijalankan oleh Paulus. Sebagai akibatnya pertumbuhan tersebut mulai terganggu dengan adanya perselisihan di antara mereka ( Lihat Filipi 4: 2).

Kondisi ini membuat rasul Paulus berpikir, di satu sisi dia adalah seorang Gembala yang misioner, di sisi lain jemaat memerlukan gembala lokal, sementara sulitnya mencari calon dari pekerja yang ada untuk memegang jabatan gembala lokal. Bukankah ini juga yang menjadi pergumulan gereja masa kini?

Waktu berjalan dan Tuhan menyiapkan pekerja-Nya, hadirlah Timotius dan Epafroditus sebagai anak rohani Paulus sekaligus pelayan yang dapat diandalkan (pentingnya pemuridan di gereja). Rasul Paulus dengan yakin memperkenalkan Timotius dan Epafroditus kepada jemaat Filipi sebagai utusan dan pelayan Tuhan yang dapat diandalkan. Berikut ini adalah rekomendasi Paulus tentang Timotius.

Ayat 20: memiliki kesamaan hati dan pikiran seperti Paulus dalam memikirkan jemaat.

Ayat 21: ketika yang lain memikirkan kepentingan diri sendiri, maka Timotius memikirkan kepentingan Kristus. Catatan saya di sini adalah bahwa jemaat Filipi adalah jemaat yang terdiri dari orang kaya. Bisa Anda bayangkan jika pekerja/pelayan Tuhan adalah orang-orang yang memikirkan kepentingan diri sendiri, maka mereka akan melayani dengan motivasi materi. Pastilah terjadi kekacauan jika gereja dilayani pelayan seperti ini. Pelayan seperti ini adalah pelayan yang tidak berintegritas.

Dan Rasul Paulus langsung berkata bahwa Timotius bukan seperti ini.

Ayat 22: Kesetiaannya sudah teruji/terbukti. Artinya Paulus melihat dengan kepalanya sendiri bahwa Timotius pernah melayani, dan ia teruji. Teruji di sini menunjukkan kemampuan dan karakter sejatinya dalam melayani (inilah tujuan WLM).

Ayat 25-30, Paulus menyebut seorang lagi yang bernama Epafroditus. Epafroditus berasal dari jemaat Filipi, dan disebut Paulus sebagai saudara, teman sekerja, teman seperjuangan. Kondisinya sedang sakit, namun Rasul Paulus meminta jemaat Filipi untuk menerima dia, bahkan menghormati dia, karena dia sudah membuktikan kasih dan iman nya dalam pelayanan lewat pengorbanan. Ayat 30 dikatakan, dia nyaris mati oleh karena pekerjaan Tuhan (inilah yang disebut actual, active and attractive servant of God).

Terhadap dua pelayan Tuhan ini, rasul Paulus sangat merekomendasikan buat gereja Filipi. Rindukah saudara menjadi pelayan yang diandalkan Gereja/Pendeta. Jika iya, jadikan WLM sebagai wadah pembentukanmu. Ke depan kami akan membukan program Certificate of Layman Ministry. Kelas ini bertujuan untuk membentuk Anda menjadi pelayan yang diandalkan.

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru