Pekerjaan adalah Kutukan?

Pekerjaan adalah kutukan?
Suryanto

Kejadian 3:17-19 (TB)
Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

Karena ayat-ayat ini, banyak yang menganggap bahwa pekerjaan yang harus kita lakukan di dalam dunia ini adalah sebuah kutukan yang harus kita jalani karena manusia jatuh ke dalam dosa. Akan tetapi, apakah benar pekerjaan yang kita lakukan dengan susah payah di dunia ini adalah kutukan dari Tuhan?

Kalau kita teliti membaca Alkitab, kita akan menemukan bahwa sebenarnya Tuhan sudah menyuruh manusia mengusahakan (baca: bekerja mengusahakan) taman Eden sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Hal itu dikarenakan di pasal sebelumnya, kita menemukan bahwa sebelum manusia jatuh ke dalam dosa (pasal 3), manusia sudah diminta untuk bekerja mengusahakan dan memelihara taman itu.

Kejadian 2:15
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Memang akibat kejatuhan dalam dosa, pekerjaan itu menjadi lebih sulit dilakukan (dengan susah payah). Akan tetapi, pekerjaan itu sendiri bukanlah sebuah kutuk.

Mengapa saya katakan demikian?

Di dalam Kejadian 2:15 itu, kata Ibrani yang dipakai untuk kata mengusahakan adalah kata עָבַד atau “abad”. Kata “abad” ini adalah akar kata dari kata “abdi” (mengabdi, melayani). Kata “abdi” berasal dari kata “abad” yang dipakai dalam Kejadian 2:15 ini. Jadi sebenarnya, pekerjaan itu bukanlah sebuah kutukan tetapi justru adalah kesempatan dari Tuhan untuk mengabdi atau melayani.

Kesempatan untuk mengabdi dan melayani Tuhan. Firman Tuhan dalam Kolose 3:23 (TB) berkata: “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Pekerjaan yang kita lakukan adalah kesempatan yang diberikan Tuhan bagi kita untuk melakukannya bagi Tuhan.

Kesempatan untuk mengabdi dan melayani sesama. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 4:10 (TB) berkata, “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” Pekerjaan yang kita lakukan adalah kesempatan yang diberikan Tuhan bagi kita untuk melayani sesama kita.

Apapun pekerjaan yang kita lakukan, itu adalah kesempatan bagi kita untuk mengabdi dan melayani Tuhan dan sesama kita.

Selamat bekerja dan melayani!

Bagikan Informasi ini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Informasi Terbaru

Mengenal Untuk

Mengenal Untuk Pdt. Selamet Y. Hakim Melanjutkan pembicaraan kita hari Selasa kemarin, kita melihat bahwa perintah Musa kepada bangsa Israel adalah perintah untuk mengenal Allah.

Selengkapnya »