Menyampaikan Kabar Baik

Menyampaikan Kabar Baik
Suryanto

Yosua 2:6 (TB)
Tetapi perempuan itu (Rahab) telah menyuruh keduanya (pengintai yang diutus Yosua) naik ke sotoh rumah dan menyembunyikan mereka di bawah timbunan batang rami, yang ditebarkan di atas sotoh itu.

Mungkin bagi bangsa Yerikho, Rahab terhitung sebagai seorang pengkhianat. Dia juga secara sosial dianggap sebagai orang rendahan karena dia seorang pelacur. Namun menariknya, Ibrani 11:31 mengatakan, “Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.”

Alkitab mencatat bahwa orang-orang Yerikho adalah orang-orang yang durhaka dan sebaliknya Rahab karena imannya diselamatkan oleh Tuhan. Nama Rahab malah dimasukkan ke dalam silsilah yang dicantumkan di dalam kitab Matius sebagai salah seorang dari 5 perempuan yang namanya disebutkan yang melalui keturunannya, Tuhan Yesus datang ke dalam dunia. Yakobus 2:25 juga menambahkan bahwa: “Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain.”

Alkitab juga memberitahu kita alasan mengapa Rahab melakukannya, dia berkata dalam Yosua 2:9-11, “Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu. Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas. Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.”

Rahab “mendengar kabar” tentang apa yang dilakukan Tuhan sebelumnya. Kabar itu yang membangkitkan iman di hatinya untuk menolong para pengintai tersebut karena dia tahu bahwa sesungguhnya Tuhan sudah menyerahkan Yerikho ke dalam tangan bangsa Israel untuk dimusnahkan. Dia bisa melihat Tuhannya bangsa Israel adalah Tuhan yang hidup, tidak sama dengan allah-allah yang disembah oleh penduduk kota Yerikho dan bangsa Kanaan. Saya membayangkan Rahab mungkin mendengar kabar tersebut dari para “pelanggannya” dan dia penasaran dan terpesona dengan kehebatan Tuhannya bangsa Israel.

Sewaktu merenungkan bagian ini, saya merefleksikannya ke kondisi kita saat ini. Banyak orang yang masih belum pernah mendengar tentang “Tuhannya orang Kristen” dan mereka tidak tahu bahwa Tuhannya orang Kristen itu adalah Tuhan yang hidup yang mampu menyelamatkan. Saya melihat bahwa Tuhan memanggil kita semua untuk mengabarkan hal itu kepada semua orang sehingga ketika kabar itu diterima oleh orang lain, mereka datang dan percaya kepada Yesus, “Tuhannya orang Kristen” itu.

Tuhan tolong kami semua untuk menyampaikan “kabar” itu.

Bagikan Informasi ini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Informasi Terbaru