Memperkatakan Firman

MEMPERKATAKAN FIRMAN
Pendeta Arianto

Yosua 1:8 :

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”.

Musa, seorang pemimpin rohani besar (Great Spiritual Leader), yang dipakai oleh Tuhan untuk membawa bangsa Yahudi keluar dari tanah Mesir, tanah perbudakan. Tuhan memakai Musa  menyatakan 10 tulah untuk menghancurkan berbagai ilah yang dipercaya oleh orang Mesir, Tuhan juga memimpin bangsa Yahudi melewati padang gurun selama 40 tahun dengan cara yang sangat ajaib menuju ke tanah Kanaan (Tanah Perjanjian). Sampai pada akhirnya kepemimpinan Musa digantikan oleh Yosua. Yosua melanjutkan kepemimpinan yang ada dan sungguh tidak mudah, namun Tuhan yang terus menolong, menopang dan memampukan Yosua di dalam memimpin bangsa Yahudi merebut dan memasuki tanah Kanaan.

Pada saat Yosua menerima tugas besar dan berat tersebut, ia masih muda, dan tugas yang dipercayakan kepadanya bukanlah tugas yang ringan. Karena:

  1. Yosua yang masih muda dan harus menggantikan Musa, seorang pemimpin yang dikagumi, yang hebat, yang sudah teruji oleh waktu.
  1. Bangsa yang akan dipimpinnya oleh Yosua adalah bangsa yang terkenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk, suka memberontak dan yang sulit diatur.
  1. Tanah yang akan mereka masuki adalah tanah yang sungguh tidak mudah, karena ada penduduknya, orang-orang yang ada di sana adalah orang-orang yang besar.
  1. Tantangan alam yang tidak mudah, harus menyeberangkan bangsa yang besar yang keras kepala ini melewati sungai Yordan

Meskipun demikian, tugas yang berat, kompleks dan jangka panjang, namun ada janji dan jaminan penyertaan Tuhan kepada Yosua akan berhasil:

  • Ayat 3 : Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kaki Yosua akan diberikan Tuhan kepadanya.
  • Ayat 5 : Seorang pun tidak ada yang dapat bertahan menghadapi Yosua seumur hidupnya.
  • Ayat 5 :Tuhan berjanji menyertai Yosua .

Bagian yang harus dilakukan oleh Yosua juga sudah Tuhan sampaikan di dalam ayat 6-7. untuk lebih konkretnya dinyatakan dalam ayat 8, “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”.

Tuhan berjanji bahwa Yosua akan berhasil … dan yang harus dilakukan oleh Yosua adalah:

  1. Memperkatakan kitab Taurat (membaca / mengucapkan / perkatakan firman).
  2. Merenungkan kitab Taurat siang dan malam (renungkan / memikirkan firman).
  3. Bertindak hati-hati sesuai dengan yang ada tertulis (melakukan firman).

Jadi berhasil atau tidaknya Yosua, tergantung pada anugerah dan kasih karunia Tuhan,  bagaimana sikap dan pengenalan Yosua akan Tuhan dan menghidupi Firman Tuhan. Dan ketiga hal di atas merupakan sebuah satu  kesatuan yang terjadi dalam hidup kita dan harus dilakukan secara berimbang dan nyata.

Kita bukan hanya memperkatakan/mengucap/membaca Firman Tuhan saja, tetapi masih ada tindak lanjutnya, yaitu merenungkan dan mewujudkan dan melakukan Firman Tuhan yang sudah kita baca.

Namun ada sekelompok orang yang memiliki pengertian yang  berbeda dan tidak lengkap dalam memahami kebenaran Firman Tuhan dalam Yosua 1:8  “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”

Memperkatakan kitab Taurat ini / Firman Tuhan, merupakan Satu penggalan Firman Tuhan (ayat Firman Tuhan) dari Yosua 1:8. Potongan satu ayat ini dipakai sebagian orang Kristen sebagai dasar agar orang yang sedang dalam pergumulan, masalah,… atau sakit, dapat memakai ayat Firman Tuhan dan memperkatakan ayat Firman Tuhan tersebut berulang-ulang untuk memperoleh kekuatan, kelegaan, … dan kesembuhan secara ajaib.

Sering kali dalam pelayanan, kami mendengar orang-orang bahkan hamba Tuhan berkata kepada orang-orang yang sedang menghadapi masalah atau pergumulan hidup dengan berkata, “Ayo perkatakan firman Tuhan”. Apa yang disampaikan ini tidak diberikan penjelasan, namun yang mereka tangkap (ketika saya tanya) mengucapkan dan terus mengucapkan kalimat / firman Tuhan secara berulang-ulang agar mengalami kekuatan, kesembuhan yang ajaib.

Kalau kita melihat ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tentang pengertian mantra, perkataan atau ucapan yang memiliki kekuatan gaib. Jadi mantra merupakan kumpulan kata-kata yang dipercaya mempunyai kekuatan mistis atau gaib. Kita akan mudah jatuh ke dalam hal yang serius dan berbahaya.

Firman Tuhan. Sesungguhnya “memperkatakan Firman Tuhan” itu baik, tetapi akan menjadi sesuatu yang “aneh” jika hanya sampai memperkatakan itu saja. Firman Tuhan yang kita perkatakan, kita ucapkan atau kita baca harus dilanjutkan dengan merenungkan atau memikirkan lebih dalam, apa yang dimaksudkan oleh ayat Firman Tuhan yang sudah kita baca tersebut. Roh Kudus yang sudah tinggal dan menetap dalam diri kita akan membimbing, menolong,.. dan memberikan pencerahan kepada kita untuk memahami firman Tuhan tersebut.

Memperkatakan Firman Tuhan dan merenungkannya serta menindaklanjuti Firman Tuhan yang sudah kita renungkan ke dalam kehidupan kita sehari-hari akan sangat menolong kita untuk mengingatkan kita akan Firman Tuhan, menumbuhkembangkan iman kita yang sedang bergumul, meneguhkan hati dan iman saudara kita semakin diteguhkan di tengah pergumulan atau masalah hidup yang ada.

Imanuel, Soli Deo Gloria

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru

Buah Roh, Bagian I

Buah Roh, Bagian I Gal 5:22-23 “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang

Selengkapnya »