Keluarga Ishak – Bagian II

 

Keluarga Ishak – Bagian II
Pdt. Djohan Kusnadi

Bagian I

Ishak yang agung ternyata juga memiliki banyak kekurangan dan kelemahan.

Kelemahan Ishak adalah:

Satu, Ishak tidak berani mengakui Ribka sebagai istrinya yang sah.  Ini disebabkan karena Ishak takut karena kecantikan istrinya akan mencelakakan dirinya.  Persis seperti Abraham, ayahnya, Ishak begitu takut dibunuh sehingga ia tidak berani mengakui Ribka istrinya.  Nasib Ribka lebih beruntung karena raja Abimelekh, raja negeri Gerar, tidak ada niat untuk mengambil Ribka menjadi istrinya. Ketika raja menyadari bahwa Ribka sesungguhnya istri Ishak, raja pun menjadi marah dan menanyakan alasan mengapa Ishak tidak berterus terang? Ishak mengatakan bahwa ia takut dibunuh akibat kecantikan istrinya. Hal ini menjadikan Abimelekh mengeluarkan ultimatum bagi siapa saja yang berani mengganggu Ribka, istri sah Ishak. Sungguh Tuhan melindungi dan menyertai Ishak karena ketaatannya dan karena perjanjian Tuhan Allah dengan Abraham, ayahnya Ishak.

Contoh suami yang tidak baik dan tidak setia dari Abraham rupanya menurun ke Ishak.  Suami begitu tega membiarkan istrinya diambil atau direbut pria lain demi untuk keselamatan dirinya. Itu disebabkan sistim patrilineal begitu kuat dalam budaya saat itu di mana istri tidak begitu berharga dibandingkan dengan anak lelaki. Istri tidak masuk dalam silsilah keturunan fungsinya hanyalah penyalur keturunan bagi kelangsungan keluarga. Dalam Firman Tuhan memang istri harus tunduk kepada suami karena hanya suami saja yang menjadi kepala keluarga.  Namun bukan berarti bahwa istri setara apalagi lebih rendah dibanding anak lelaki. Istri harus lebih tinggi dari anak-anak termasuk anak lelaki karena ia adalah Ibu dari anak-anak. Anak lelaki dan perempuan setara tingkatnya walau penerus keluarga adalah dari kalangan anak lelaki walau anak lelaki bukan anak sulung.

Ishak ‘tega’  melakukan hal itu karena baginya Ribka sudah dibeli dengan segala perhiasan emas permata oleh pembantu kepercayaan ayahnya yang Bernama Eliezer.  Sehingga Ribka itu seperti barang yang sudah menjadi milik kepunyaannya. Berapa banyak suami-suami juga berpikiran seperti itu.  Bahwa istrinya sudah dinikahkan dengan dibayar melalui acara lamaran, dan segala biaya pernikahan sudah ditanggung pihak suami bahkan kebutuhan hidup setiap hari dan segala keperluan materinya sudah dicukupi.  Makanya istri sudah dianggap barang yang sudah lunas dibayar. Akibatnya suami merasa begitu superior dan bertindak sewenang-wenang terhadap istrinya.

Ishak dalam hal ini tidak berbohong dengan mengakui Ribka sebagai adiknya karena persaudaraan adik dengan kakak yaitu antara Abraham dengan Nahor yang adalah ayah dari Ribka. Namun terlihat Ishak begitu kurang menghargai Ribka sebagai istrinya.

Dua, Ishak pilih kasih kepada anak-anaknya.

Awal rumah tangga Ishak dengan Ribka begitu baik dan indah. Campur tangan Tuhan Allah jelas sekali terlihat sehingga mereka bisa bertemu dan berumah tangga.  Namun sayang sekali, awal yang baik ini tidak berjalan mulus.  Itu disebabkan Ishak pilih kasih kepada ke dua anak kembarnya. Ishak sangat mengasihi Esau sebagai anak sulung yang diharapkan sebagai pewaris takhta dan seluruh kekayaan yang begitu melimpah.

Esau sangat dikasihi Ishak karena ia berani dan pandai berburu binatang hutan. Selain itu Ishak sangat menyukai jenis daging buruan tersebut.  Berlainan dengan Yakub yang lebih suka tinggal di rumah, membantu Ibunya mengurus dan mengatur rumah maka otomatis Yakub menjadi anak kesayangan Ibunya yang bisa diandalkan.

Keluarga ini sedikit mirip dengan keluarga pertama manusia namun bila Habil kurang dikasihi oleh kedua orang tuanya, Yakub sangat dikasihi oleh Ibunya.  Karena kedekatan dengan Ibunya maka Ibunya pun menginginkan anak kesayangannya yang kelak menjadi penerus keluarga ini. Apalagi ditambah sifat Yakub yang lebih rohani dibandingkan dengan kakaknya.

Ketika Ishak menyadari bahwa saat untuk memberikan berkat warisan kepada anaknya maka Ishak pun memberi pesan kepada Esau untuk pergi berburu dan menghidangkan hidangan daging buruannya itu dan setelah itu maka Ishak akan memberkati Esau.  Percakapan itu didengar oleh Ribka, dan Ribka pun mengatur siasat agar Yakublah yang diberkati.  Ribka bahkan berani bertanggung jawab untuk semua kesalahan ini.

Mengapa sampai terjadi anak ayah VS anak Ibu? Mengapa orang tua tidak sehati dan sepakat dalam Hal ini? Itu dikarenakan masing-masing orang tua ingin menuruti keegoannya yaitu mencari keuntungannya sendiri. Ishak melihat Esau sangat menguntungkan dan memuaskan perutnya. Selain ahli berburu, juga bisa memasak makanan enak.  Esau pun berpenampilan sangat jantan karena badannya penuh bulu Sedangkan Yakub sangat menguntungkan bagi Ibunya selain sangat membantu banyak pekerjaan ibunya juga dalam mengurusi ternak usaha mereka walau ia tidak sejantan kakak kembarannya.

Sebagai orang tua tanpa sadar, kita mudah terbawa sifat keegoisan tersebut.  Anak yang lebih menghasilkan uang, lebih membawa hoki, lebih cantik atau ganteng, lebih cerdas, lebih hormat dan nurut kepada orang tua, lebih suka memberi uang kepada orang tua tentu lebih disayang dibandingkan dengan anak yang sebaliknya.  Akibatnya terjadilah pilih kasih antara anak favorit / kesayangan dengan bukan kesayangan.  Bila jenis keegoisan itu berbeda antar sang ayah dengan sang ibu maka terciptalah anak kesayangan ayah dengan anak kesayangan ibu seperti keluarga Ishak.

Memang secara naluri sering kali sejak kecil anak lelaki lebih condong suka dekat dengan ibunya dan anak perempuan dengan ayahnya.  Dan dalam perkembangan sang anak, sang anak mendapatkan bila salah satu orang tua ternyata lebih peduli, lebih banyak berkorban tentu menjadi orang tua favorit sang anak.  Akibatnya orang tua yang tidak terlalu mengurus anak, terlalu sibuk dengan dunianya sendiri kelak akan mudah ditinggalkan anak. Akibatnya akhir hidup orang tua itu hanya dalam kesendirian tanpa ada anak yang mau dekat dengannya.

Alangkah baiknya sebagai kepala keluarga, sang ayah berunding dari hati ke hati dengan ibu mengenai masa depan anak-anaknya.  Secara tradisi maupun budaya seharusnya anak sulung yang berhak atas berkat dan hak kesulungan. Dan bagaimana dalam hal ini sang adik tetap juga mendapatkan berkat-berkat lainnya agar adil dan baik untuk masa depan anak-anak. Bila ada anak yang menjengkelkan atau memalukan nama orang tua, seharusnya lebih khusus diperhatikan karena itu bukti ia kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Batin yang terluka sering membuat anak menjadi anak bermasalah.  Ini sebuah introspeksi bagi orang tua.  Dalam teori Virginia Satir dikatakan bahwa anak yang bermasalah adalah akibat dari kesalahan orang tuanya baik yang sengaja maupun tidak disengaja. Memang ada faktor lingkungan yang bisa mempengaruhi.  Namun lingkungan yang sekuat apa pun bisa dikalahkan pengaruhnya oleh orang tua yang sangat peduli dan rela berkorban untuk anak-anaknya.  Untuk itu perlu untuk koreksi diri dalam diri orang tua agar anak-anak Anda yang bermasalah itu bisa dipulihkan. Sewaktu Anda mengakui kesalahan dan berubah, maka mereka pasti berubah walau itu memerlukan proses waktu yang tidak singkat. Semakin Anda peduli dengan anak-anak Anda maka mereka pasti akan peduli dengan Anda dan tidak pernah membuang Anda bila Anda sudah tidak lagi berpenghasilan atau tidak lagi menguntungkan bagi mereka. Jangan biarkan hal itu terlambat karena pasti akan sangat sulit membuat mereka mau kembali lagi kepada diri Anda.

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru