Keluarga Adam, Bagian I

KELUARGA ADAM

Keluarga Adam merupakan keluarga manusia pertama di muka bumi ini. Keluarga ini sungguh luar biasa karena Allah sendiri yang secara langsung menciptakan Adam dan Hawa sebagai pria dan wanita yang pertama kali hidup di dunia.

Keluarga Adam memiliki dua keistimewaan yaitu: keluarga yang dibentuk menurut gambar dan rupa (peta dan teladan) Allah.

Menurut gambar maksudnya memiliki:
Penampilan di mana dari semua ciptaan makhluk hidup yang berpasang-pasangan itu, tidak ada yang lebih indah dari keluarga Adam. Penampilannya yang begitu sangat tampan dan sangat cantik karena mereka gambar diri Allah yang bisa dilihat, dipegang, dan bahkan berkembang biak.

Kemampuan berpikir dan logika Adam dan Hawa juga tiada banding dari semua ciptaan Allah baik yang di darat, di air maupun di udara. Adam dan Hawa jauh lebih cerdas dan lebih cermat. Kemampuan berpikir ini membuat mereka mampu untuk mengalahkan dan menaklukkan segala binatang yang lebih cepat larinya, lebih kuat fisik maupun ototnya, dan lebih hebat daya pancaindranya.

Otoritas penuh sebagai wakil Tuhan Allah di muka bumi ini hanya diberikan kepada manusia. Otoritas itu adalah menaklukkan semua makhluk hidup baik yang di udara, laut maupun di darat. Menaklukkan maksudnya merancangkan, mengontrol, mengatasi segala kehidupan atas bumi ini agar tetap baik, sehat, terkendali. langgeng dan indah.

Menurut rupa Allah maksudnya adalah memiliki:

  • Moral yang tinggi yaitu memiliki aturan, standar, dan etika dalam berelasi antar sesama manusia, maupun manusia dengan ciptaan Allah lainnya. Ada aturan moral dalam pergaulan, pernikahan, relasi orang tua dengan anak, dan kehidupan bermasyarakat.
  • Tindakan secara baik dan benar seperti Tuhan Allah.
  • Tidak bisa melihat kejahatan, kecurangan, ketidakadilan, dan pelanggaran lainnya. Semua itu bertentangan dengan hati nurani dan akal budi manusia. Itu sebabnya harus dibasmi segala kejahatan, harus dihukum secara setimpal segala kecurangan, harus ditegakkan keadilan, dan pelanggaran harus didisiplinkan agar tidak terulang lagi. Inilah rupa Allah yang bekerja dan hidup dalam diri manusia.
  • Kemampuan untuk bersekutu langsung dengan Tuhan

Allah Pencipta langit dan bumi

Tidak ada satu pun makhluk hidup yang bisa berdoa, beribadah, atau mencari Tuhan Allah. Karena gambar dan rupa inilah menjadikan keluarga manusia turun temurun selalu lebih unggul dan lebih berkualitas dan lebih profesional di bandingkan makhluk ciptaan lainnya dan itu dimulai dari keluarga Adam. Kelebihan yang lain adalah keluarga ini dibentuk paling akhir yaitu setelah semua fasilitas yang dibutuhkan sebagai mahkota dari ciptaan Allah telah Allah sediakan dengan baik dan sempurna.

Keluarga Adam juga ternyata adalah keluarga yang ada kekurangannya.

Paling sedikit ada dua kekurangannya yang tercatat yaitu:

Satu, Adam tidak bertanggung jawab untuk dosanya.

Sewaktu ada masalah dalam keluarga, sewaktu suami sedang ditanya mengapa terjadi pelanggaran terhadap ketetapan Allah? Adam tanpa ragu-ragu menyalahkan istrinya sebagai penyebab kejatuhannya ke dalam dosa.

Jawaban itu tidak salah namun itu kurang bijak. Seharusnya Adam berterus terang bahwa ialah yang bersalah karena sebagai suami, dan kepala rumah tangga, seharusnya ia bisa saja menolak tawaran istrinya. Ia bahkan bisa menasihati istrinya untuk mengingat akan perintah Tuhan agar tidak makan buah itu.  Adam yang mengikuti nasehat istrinya yaitu memilih untuk makan, maka Adam yang harus bertanggung jawab untuk dosa kesalahannya itu.

Dua, tidak peka terhadap permasalahan anak-anaknya.

Sewaktu anak mereka menginjak usia pemuda, kelihatannya keluarga Adam kurang berkomunikasi dengan baik satu terhadap yang lain.  Hal ini terlihat sewaktu korban Kain ditolak oleh Allah yang mengakibatkan Kain marah dan iri kepada adik kandungnya sendiri.  Kain sudah menampakkan perubahan wajah yang mulai muram namun sebagai orang tua, Adam tidak peka dan tidak peduli akan hal itu. Seharusnya sebagai ayah yang baik, Adam menanyakan kepada Kain apa yang terjadi dan apa yang ayah bisa bantu? Adam seharusnya membimbing Kain memahami akar permasalahan khususnya tentang hakikat memberi korban persembahan yang berkenan di hadapan Allah. Adam seharusnya banyak berdiskusi tentang apa arti dan prinsip hidup yang sejati kepada anak-anaknya. Sehingga pikiran anak-anaknya tidak sempit dan berbesar hati atas penilaian dan keputusan Tuhan. Hawa sebagai Ibu kandung juga tidak peka sewaktu Kain, sang kakak begitu benci kepada Habil, sang adik. Hawa seharusnya banyak menasihati, memberikan contoh pengalaman kegagalan hidupnya yang telah ditipu oleh si ular dan mengajak Kain jangan mengulangi dosa yang sama. Hawa seharusnya merangkul Kain untuk berbesar hati dan mencoba lagi dengan jenis korban persembahan yang lebih berkenan. Tapi sayang mereka lalai dan  akibatnya terjadilah pembunuhan itu.

Dalam hal ini disimpulkan bahwa keluarga Adam merupakan contoh keluarga yang tidak harmonis walaupun keluarga ini adalah keluarga yang pertama kali Tuhan ciptakan sendiri.  Keluarga manusia pertama ini jatuh ke dalam dosa akibat melanggar perintah Allah dengan memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, dan bahkan terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh seorang kakak kepada adik kandungnya sendiri. Apa penyebabnya sehingga keluarga ini bermasalah? Padahal mereka berkomunikasi langsung dengan Tuhan Allah dan mempunyai kerohanian baik. Ini bisa dilihat di mana Hawa masih mengingat nama Allah sewaktu memberi nama Kain kepada anak sulungnya (Kej 4:1). Demikian juga dengan adanya kerinduan anak-anak mereka untuk mau memberi persembahan korban bakaran kepada Tuhan (Kej 4:3) sebagai wujud ajaran rohani orang tua yang berbuah ke dalam hidup mereka.

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru