Hati Manusia Seperti Rumah

Hati Manusia Seperti Rumah
Eddy Hartanto

Sebelumnya artikel Pertempuran antara Dua Kerajaan di bulan lalu membahas perkataan-perkataan Tuhan Yesus di Matius 12:24-29, bahwa ketika Tuhan Yesus mengusir setan dengan kuasa Roh Allah maka Kerajaan Allah sudah datang kepada kita. Pada artikel ini kita akan melanjutkan menelusuri perkataan-perkataan Tuhan Yesus di Matius 12:43-45 mengenai hati manusia seperti rumah.

Matius 12:43-45 (TB) 43 “Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya.

44 Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.

45 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Tuhan Yesus menjelaskan di ayat 44 bahwa roh jahat menganggap manusia yang ditinggalkan sebagai rumah.

Rumah ada denahnya

Sebuah rumah sebelum dibangun direncanakan terlebih dahulu oleh seorang arsitek atau pemilik rumahnya, dan di dalam blueprint perencanaannya ada bagian-bagian rumah seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, dapur, gudang, dsb. Demikian halnya dengan hati manusia yang seperti rumah:

  • Ruang tamu = bagian hati seseorang yang terlihat oleh publik, biasanya tertata rapi dan terlihat baik.
  • Ruang keluarga = bagian hati seseorang yang diketahui oleh keluarganya (suami/istri dan anak-anaknya) dan orang-orang yang bekerja dalam rumahnya
  • Ruang tidur = bagian hati seseorang yang diketahui oleh pasangannya (suami atau istri)
  • Gudang yang gelap = bagian hati seseorang yang hanya diketahui oleh dirinya (atau ada bagian yang mungkin tidak disadarinya), dan juga pastinya diketahui oleh Tuhan dan iblis.

Gudang yang gelap inilah tempat di hati manusia dimana seseorang menyembunyikan dosa-dosanya dan merupakan tempat dimana roh-roh jahat bersembunyi.

Rumah ada pintunya

Pada saat pembunuhan pertama terjadi di sejarah manusia yang tercatat di kitab Kejadian, sebelumnya Kain dan Habel masing-masing mempersembahkan korban persembahan kepada Tuhan. Ketika Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan, hati Kain menjadi sangat panas dan mukanya muram, sampai Tuhan mengingatkan Kain mengenai dua hal ini.

Kejadian 4:5-8 (TB)  5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. 6 Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?  7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” 8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Di ayat 7 disebutkan dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau tetapi engkau harus berkuasa atasnya. Berikut hal-hal yang kita bisa perhatikan::

  • Pintu apakah yang diintip oleh dosa? Pintu hati Kain, karena hati Kain sangat panas
  • Dosa disebut sebagai ia (pribadi), sangat menggoda Kain. Dan di ayat selanjutnya Kain tiba-tiba memukul Habel lalu membunuhnya. Apakah yang sebenarnya terjadi di balik layar?

Pintu adalah bagian dari rumah untuk seseorang masuk dan keluar. Pada saat seseorang berdosa maka pintu hatinya terbuka dan ada yang masuk ke dalam hati orang tersebut, yang kemudian tinggal di hati orang tersebut sebagai rumahnya, dan bersembunyi di gudang yang gelap. Yang dari waktu ke waktu akan beroperasi untuk mendorong orang tersebut untuk berdosa.

Pertempuran di dalam Hati Manusia

Melalui tulisan ini penulis mengajak pembaca untuk merenungkan kehidupan kita sehari-hari, apabila kita sedang menggumulkan tentang sesuatu hal, maka di pikiran kita bisa terjadi pertempuran antara pikiran-pikiran dan rasionalisasi untuk dilakukan atau tidaknya suatu tindakan, diambil atau tidaknya suatu keputusan, kemarahan yang diledakkan atau pengendalian diri. Bisa jadi suara hati nurani kita sendiri, suara Roh Kudus, atau suara iblis.

Tuhan berkata kepada Kain dengan panjang dan detail dengan peringatan ““Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”  Suara Tuhan belum tentu kedengaran enak di telinga, tetapi tujuannya menegur, mengajar, membangun, menguatkan, menasehati, menghibur untuk kebaikan kita, untuk pertobatan yang ujungnya adalah kehidupan, dan memberikan damai sejahtera.

Kemungkinan besar dosa yang ditulis sebagai suatu pribadi di ayat ini juga berkata kepada Kain dalam pikiran Kain,di depan pintu hatinya dengan godaan-godaan seperti “Gara-gara Habel kamu dan korban persembahanmu tidak diindahkan oleh Tuhan. Padahal kamu sudah capek-capek mengusahakan tanah itu dan mempersembahkan hasilnya. Habel ini memang patut dibenci dan dibunuh. Bunuh saja Habel”

Ketika kita harus berhadapan dengan orang yang tiba-tiba marah meledak-ledak dengan muka memerah dan terkadang air muka yang berubah, perhatikan apakah orang tersebut seperti tersulut dalam pikirannya. Seperti ada yang menyiramkan bensin terhadap api kemarahannya.

Suara iblis bisa penuh iming-iming, kelihatan baik dan terdengar enak di telinga, tetapi ujungnya maut dan kebinasaan. “Uang tidak cukup tidak masalah, hutang saja. Yang penting kenikmatan di depan”

Ada lagi suara iblis yang menuduh, menyesatkan, dan menghancurkan seperti

“Hari ini hari yang baik untuk mati. Hidup ini buat apa ya.” (suara roh kematian / bunuh diri)

“Kamu ini memang orang yang tidak berharga” (suara roh depresi / pemberat jiwa)

“Kamu terperangkap di tubuh yang salah / kamu suka sesama jenis”, dll

Iblis mencuri (damai sejahtera, kebahagiaan), membunuh (tubuh manusia dengan penyakit), dan membinasakan (jiwa manusia di neraka).

Rumah bersih tersapu, rapi teratur tetapi kosong

Kembali ke Matius 12:44-45, roh jahat yang keluar dan mengembara kembali ke manusia yang ditinggalkan dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur. Ketika roh jahat meninggalkan seseorang, maka hidup orang tersebut menjadi bersih dan rapi teratur yaitu keadaan hatinya tidak kotor lagi tetapi bersih, pikiran dan perkataannya juga normal, bahkan mempengaruhi penampilan dan tubuhnya tidak menyukai yang kotor. Juga hidupnya menjadi rapi dan teratur.

Namun disebutkan rumah itu kosong dan setelah roh jahat itu kembali,

45 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.

Apakah yang dimaksud hati manusia itu kosong? Beberapa kemungkinan sebagai berikut:

  • Orang tersebut belum percaya Tuhan Yesus. Sesungguhnya pelepasan dari kuasa kegelapan adalah diperuntukkan untuk orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus atau mau percaya (apabila ada kesempatan akan dibahas lebih detail di artikel di masa depan mengenai roti untuk anak-anak di Matius 15:21-28). Kalau orang yang meminta dilayani untuk didoakan menolak untuk percaya Tuhan Yesus, maka roh jahat bisa kembali dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dan keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula.
  • Orangnya sudah percaya Tuhan Yesus, namun hati dan pikirannya tidak diisi dan dipenuhi oleh Firman Tuhan. Jarang membaca, merenungkan, dan melakukan Firman Tuhan. Apalagi kalau hati dan pikirannya sering kosong dan melamun.

Yang paling tepat adalah selain percaya pada Tuhan Yesus, mengisi hati dan pikiran dengan Firman Tuhan, rumah hati orang tersebut dipenuhi oleh Roh Kudus karena tubuhnya adalah bait Roh Kudus. Dan hatinya adalah ruang kudus di dalam bait suci tersebut.

1 Korintus 6:19 (TB)  Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Tujuh roh lain yang lebih jahat

Di dunia hukum, kejahatan seseorang bisa diklasifikasikan menjadi misdemeanor yaitu kejahatan ringan dan felony yaitu kejahatan yang melibatkan kekerasan yang hukumannya bisa hukuman penjara ringan, medium sampai hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati. Ada kelas-kelas ringan beratnya kejahatan (kelas A,B,C, dst), secara garis besar bisa disederhanakan sebagai berikut dari yang ringan sampai yang berat: penipu, pencuri, perampok, pemerkosa, pembunuh (dari pembunuhan tidak berencana sampai pembunuhan berencana).

Kalau kita tarik parallelnya dengan terhadap sebutan tujuh roh yang lebih jahat yang diajak untuk membuat seseorang yang didiami lebih buruk keadaannya di Matius 12:45, kira-kira sebagai berikut:

  • Roh jahat level penipu = memberi iming-iming kenikmatan dosa
  • Roh jahat level pencuri = bersembunyi di gudang yang gelap, mencuri damai sejahtera, kekudusan, kebahagiaan keluarga, berkat, dsb tanpa diketahui operasinya oleh pemilik rumah
  • Roh jahat level perampok = dengan kekuatannya mengalahkan pemilik rumah (roh dan jiwa manusia yang dirampok), mengikatnya, kemudian merampok isi rumahnya yaitu aspek-aspek kehidupannya.
  • Roh jahat level pemerkosa = melecehkan roh manusia dengan paksa
  • Roh jahat level pembunuh = roh dan jiwa manusianya tenggelam dan orangnya menjadi gila. Atau bisa menggerakkan seseorang untuk membunuh orang lain tanpa merasa bersalah
  • Roh jahat level kanibal = makan daging sesama manusia

Tujuh roh lebih jahat diajak membuat keadaan orang yang didiami lebih buruk terjadi terus menerus bisa menjelaskan apa yang terjadi pada Ted Bundy, seorang Kristen yang dibesarkan dari rumah tangga Kristen baik-baik menjadi pembunuh berseri. Cuplikan wawancara Ted Bundy oleh Dr James Dobson dibahas di artikel yang lampau Tanda Orang Percaya di bagian tengah-tengah artikel berjudul Menganalisa Situasi.

Bersihkan Gudang Hati yang Gelap

Ada seorang teman saya yang bertobat dan menjadi percaya Tuhan Yesus sungguh-sungguh karena menyadari kehidupannya semakin buruk ketika menjalani terapi-terapi dan solusi-solusi di luar Tuhan Yesus untuk mengatasi serangan-serangan roh jahat dalam hidupnya. “Bukannya ini ada di alkitab ya, tujuh roh lain yang lebih jahat mendiami seseorang dan hidupnya menjadi lebih buruk dari semula.” Puji Tuhan Yesus teman ini mencari gereja, percaya Tuhan Yesus sungguh-sungguh dan dilayani doa pelepasan.

Apa yang harus dilakukan apabila pembaca mengenali situasi ini dalam hidup pembaca atau orang yang anda kenal?

  • Bersihkan gudang hati yang gelap. 
  • Bawa isi gudang yang dalam kegelapan, sisi kehidupan dan dosa-dosa yang disembunyikan kepada terang. Dengan mengakuinya di hadapan Tuhan dan saudara seiman yang dewasa rohani yang bisa membantu.
  • Segera lakukan pertobatan. Detail mengenai pertobatan ada di artikel yang lampau yang berjudul Anda masih jatuh bangun dalam dosa?
  • Apabila ada cedera fisik dan/atau batin, kekecewaan, kepahitan, lepaskan pengampunan dengan segenap hati seperti diinstruksikan Tuhan Yesus dalam Matius 6:12,15, Matius 18:35
  • Pertobatan dan pengampunan menutup pintu hati dan membereskan dasar hukum (legal ground) sehingga roh-roh jahat tidak boleh masuk dan tidak boleh tetap tinggal di rumah hati orang tersebut. (Ada legal ground lain karena kesalahan generasi di atas, apabila ada kesempatan akan dibahas di artikel di masa depan)
  • Usir roh-roh jahat yang teridentifikasi dalam nama Tuhan Yesus
  • Jangan biarkan rumah hati kosong, isi dengan Firman Tuhan
  • Apabila orangnya belum dibaptis ke dalam kematian Tuhan Yesus dan hidup yang baru, segera dibaptis
  • Mohon Roh Kudus memenuhi hidup orang tersebut

Terpujilah Bapa di surga dan Tuhan Yesus

1 Yohanes 3:8-9 (TB) 8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. 9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

Kolose 1:13 (TB)  Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;

Yohanes 10:10 (TB)  Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Bagikan Informasi ini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Informasi Terbaru