Hati-hati Menggunakan Lidah

Hati-hati Menggunakan Lidah
Pdt. Dimas

YAKOBUS 3:5-10

3:5 Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.
3:6 Lidahpun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.
3:7 Semua jenis binatang liar, burung-burung, serta binatang-binatang menjalar dan binatang-binatang laut dapat dijinakkan dan telah dijinakkan oleh sifat manusia,
3:8 tetapi tidak seorangpun yang berkuasa menjinakkan lidah; ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan.
3:9 Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah,
3:10 dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Berbicara tentang “Lidah”,  banyak ungkapan yang mengaitkan kata lidah dalam aplikasi yang berbeda-beda. Ada ungkapan mengatakan “Memang lidah tak bertulang”, Lidah memang bahagian yang kecil dari tubuh manusia, namun walaupun kecil pengaruhnya bagi diri seseorang memiliki dampak yang besar, sebagaimana yang diungkapkan dalam surat Yakobus ini “walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar”. Jika tidak dapat dikendalikan, maka lidah dapat berakibat fatal dalam hidup manusia, sebab dengan lidah dapat merusak kehidupan manusia secara luas dan juga dapat merusak kesehatan tubuh seseorang jika tidak tahan menahan selera makan. Tetapi sebaliknya juga, jika lidah dapat dikendalikan, maka lidah itu akan berdampak positif. Maka kuncinya jika sedikitpun lidah itu dipicu dengan hal negatif maka akan cepat merambat dan membesar seperti api. Maka sebelum melakukan sesuatu dengan lidah mari untuk dipikirkan ulang niat ataupun maksud kita.

Yakobus menjelaskan tentang Pentingnya penguasaan lidah bagi kehidupan orang percaya. Dalam (ayat 5b) berkata: lidah itu seperti api, “…ia dapat membakar hutan yang besar.”  Api memiliki kuasa yang sangat dahsyat! Hanya dengan sedikit percikan saja sebuah hutan yang luasnya beratus-ratus hektar dengan aneka ragam pepohonan dapat ludes terbakar dalam sekejap! Begitu juga lidah manusia, satu organ tubuh yang kecil, namun melalui lidah seluruh tubuh dapat merasakan apakah makan ayang masuk ke dalam mulut itu berasa enak atau pun hambar. Melalui lidah orang pula kita dapat merasakan perkataan-perkataan yang bersifat membangun, menyentuh hati, pujian atau yang menyakitkan dan membuat pedih hati kita, bahkan dengan lidah pula keluar umpatan, caci maki, atau suatu kutukan sekalipun.

Kita harus bisa menjaga lidah kita, Dengan cara menaklukannya di bawah pimpinan Roh Kudus, sehingga lidah kita tetap terjaga dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Maka dari itu kita harus berani berkata, “Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang…” (Mazmur 39:2). Biarlah kita menggunakan lidah kita untuk memuji nama Tuhan, bersaksi tentang pekerjaan-pekerjaanNya yang besar dan memberitakan kabar keselamatan kepada siapa pun yang kita temui. “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat…” 1 Petrus 3:10

Bagikan Informasi ini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Informasi Terbaru

Fokus Ilahi

Fokus Ilahi Pdt. Selamet Y. Hakim Markus 1:35-39 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang

Selengkapnya »