Bahan Nats: I Taw. 4:9-10
Suryanto

Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya; nama Yabes itu diberi ibunya kepadanya sebab katanya: “Aku telah melahirkan dia dengan kesakitan.” Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.

Saya sering kali mendapat pelajaran yang berharga dari interaksi saya dengan anak-anak saya. Sewaktu anak-anak saya masih kecil, sering kali ketika mereka pulang dari sekolah, mereka suka bercerita kepada kami tentang pengalaman mereka di sekolah. Mereka biasanya dengan antusias bercerita tentang apa yang mereka lakukan di sekolah. Tapi saya perhatikan, sering kali di beberapa kesempatan, ketika mereka sedang asyik bercerita, eh tahu-tahu mereka ingat sesuatu dan langsung mengubah topik pembicaraan dan langsung bercerita tentang hal yang mereka ingat tersebut. Misalnya, anak saya yang cowok itu, dia sedang bercerita tentang pelajaran yang dia dapat di sekolah, apa yang gurunya katakan kepada dia. Tapi tiba-tiba, tidak ada angin, tidak ada hujan, dia langsung berkata kepada kami: “Pa, tadi itu pa, si Owen, dia itu begini, begini, begitu.” Kami bengong saja mendengar ceritanya, kami saling senyum saja melihat tingkah laku anak kami tersebut.

Ayat Alkitab yang kita baca tadi juga begitu. Kalau kita perhatikan, bagian awal dari kitab 1Tawarikh tersebut seluruhnya berisi tentang silsilah, daftar keturunan. Daftar keturunan Adam sampai Abraham, daftar keturunan Esau dan Yakub, daftar keturunan seluruh suku Israel sampai dengan keturunan Daud dan Saul. Daftar silsilah itu dijelaskan panjang lebar dari pasal 1 sampai dengan pasal 9 dari kitab itu. Bayangkan, sembilan pasal cuma untuk menjelaskan silsilah atau daftar keturunan. Makanya orang yang membaca Alkitab sering kali merasa berat ketika harus membaca kitab ini dan ingin buru-buru melewatinya saja. Tapi tiba-tiba, di tengah-tengah daftar silsilah itu, tidak ada angin, tidak ada badai, penulis kitab 1Tawarikh ini seakan-akan berhenti menjelaskan daftar keturunan tersebut. Sepertinya dia tiba-tiba ingat sesuatu dan itu dianggap penting sekali, sampai-sampai dia berhenti menjelaskan silsilah tersebut dan menyinggung hal yang lain. Apa yang dia ingat? Dia mengingat Yabes dan doanya!

Kalau kita perhatikan lagi, ayat 9 dan 10 tersebut. Di atasnya tidak ada ayat yang sama sekali berhubungan dengan Yabes, di bawahnya juga tidak ada ayat yang berhubungan dengan Yabes. Benar bukan? Bahkan di seluruh Alkitab pun Yabes cuma satu kali disinggung dan itu ya di bagian ini. Tetapi di situ disebutkan: “Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: ‘Kiranya Engkau (Tuhan) memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku. Dan kiranya tangan-Mu menyertai aku dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!’” Dan yang kagetnya waktu saya membaca itu, di situ dituliskan: “Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.” Ada sesuatu yang spesial dengan Yabes yang membuat dia tiba-tiba diingat oleh penulis kitab 1Tawarikh. Ada sesuatu yang spesial dengan Yabes yang membuat Allah seperti yang dituliskan di situ, mengabulkan permintaan Yabes.

Apa sih istimewanya Doa Yabes? Saya penasaran apa sih yang membuat Yabes ini begitu istimewa sehingga doanya yang sepertinya cuma minta berkat, daerah kekuasaannya diperluas, minta kesehatan, semuanya dikabulkan oleh Tuhan. Saya mencari dan mencari jawaban mengapa Yabes begitu spesial. Ternyata jawabannya ada di ayat-ayat tersebut juga BI. Di situ, di ayat 9, dikatakan bahwa Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya. Di dalam bahasa Inggris sebenarnya lebih jelas BI, di situ dikatakan: “Jabez was more honorable than his brothers.” Mengapa Yabes begitu spesial? Mengapa doanya begitu spesial sehingga dikabulkan oleh Allah? Doa Yabes dikabulkan karena dia adalah seorang yang terhormat, dia lebih terhormat dibandingkan saudara-saudaranya. Dalam bahasa Inggrisnya honorable, seseorang yang layak dihormati.  Yabes dan doanya begitu spesial karena dia adalah orang yang layak dihormati.

Saya lalu mencari tahu lagi apa sih kriterianya seseorang itu dianggap terhormat. Orang dunia sering kali menganggap orang kaya itu orang yang terhormat atau mungkin keturunan raja, bangsawan atau anak pejabat, presiden itu orang yang terhormat. Tetapi ternyata BI, kriteria seseorang yang terhormat menurut Alkitab itu berbeda. Apa sih kriterianya seseorang itu terhormat dan layak dihormati menurut FT? Ada beberapa alasan mengapa seseorang itu dianggap terhormat di Alkitab, setidaknya ada enam alasan mengapa seseorang itu dianggap terhormat. Tetapi di kesempatan ini saya tidak akan membahas semuanya, saya cuma akan membahas satu saja alasan mengapa seseorang itu layak dihormati sehingga dianggap spesial dan doanya dikabulkan Allah. Mungkin di lain kesempatan saya akan menjelaskan yang lainnya.

Yang pertama, dari Amsal 25:27. Di situ disebutkan di dalam bahasa Inggris: “It is not good to eat too much honey, nor is it honorable to seek one’s own honor.” Tidaklah baik makan terlalu banyak madu, seperti juga tidaklah terhormat seseorang yang mencari kehormatan atau penghormatan bagi dirinya sendiri. Orang yang terhormat adalah orang yang tidak mencari kehormatan bagi dirinya sendiri, tidak mencari nama baiknya sendiri. Orang yang terhormat adalah juga orang yang tidak mencuri kemuliaan Tuhan.

Sejujurnya kita semua gampang sekali jatuh ke dalam kesalahan ini BI. Misalnya saya, tugas saya sebagai seorang Hamba Tuhan (HT) adalah memberitakan Firman Tuhan (FT), membawa orang kepada Tuhan, membuat orang memuliakan Tuhan. Tetapi kadang saya pun bisa jatuh ke dalam kesalahan ini, terkadang saya pun ingin diakui oleh orang lain, terkadang saya ingin dipuji: “Wah khotbah kamu bagus ya, wah kamu calon pengkhotbah besar, kamu punya talenta seorang pengkhotbah.” Saya kadang ingin mencari kehormatan bagi diri saya sendiri. Kadang saya harus berkali-kali mengalami hal yang pahit karena ditegur Tuhan untuk hal ini.

BI yang ada di sini juga bisa jatuh ke dalam hal yang sama. Kadang kita melayani Tuhan supaya orang memuji kita; kalau orang tidak memuji kita, kita menjadi kecewa dan tidak mau melayani lagi. Kadang kita melayani untuk menunjukkan bahwa kita bisa dan pamer kepada orang lain. FT hari ini mengingatkan kita bahwa kalau kita ingin hidup kita spesial di mata Tuhan, kalau kita ingin doa-doa kita dikabulkan oleh Allah, jadilah orang yang terhormat, yang tidak mencari kehormatan bagi dirinya sendiri tetapi mencari atau memberikan penghormatannya hanya bagi Tuhan.

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru