DIA Tidak Membiarkan

DIA Tidak Membiarkan
Pdt. Dimas

Margaret Wise Brown terkenal karena buku cerita anak-anak tulisannya yg sederhana, tetapi bermakna dalam. Salah satu cerita favorit berjudul The Runaway Bunny (Kelinci yg Lari). Buku itu berkisah tentang seekor kelinci kecil yg berkata kepada ibunya bahwa ia memutuskan lari dari rumah. “Kalau kamu lari,” kata ibunya, “aku akan mengejarmu karena kamu adalah kelinci kecilku.” Selanjutnya sang ibu berkata, jika anaknya menjadi ikan di sungai, ia akan menjadi nelayan yg akan menangkapnya. Jika sang anak menjadi lelaki kecilnya, ia akan menjadi ibu manusia yg akan merengkuh & memeluknya. Apa pun yg dilakukan anaknya, meski anaknya tetap bersikeras, sang ibu takkan pernah berhenti mengejarnya. Ia tidak akan menyerah & meninggalkan anaknya. “Huh,” kata si anak kelinci, “kalau begitu lebih baik aku tinggal di sini saja & menjadi kelinci kecil Ibu.” “Nah, kalau begitu makanlah wortel ini,” sahut ibunya.

Kisah di atas mengingatkan saya akan perkataan Daud dalam Mazmur 139:7-10, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situ pun Engkau. Jika aku terbang dg sayap fajar, & membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, & tangan kanan-Mu memegang aku.” Marilah kita bersyukur kepada Allah atas kasih-Nya yg tak berkesudahan atas kita. Dia akan terus-menerus hadir, menyertai, & membimbing kita. TUHAN tidak pernah jauh dari kita. Apapun keadaan kita. Melalui badai, sakit penyakit & rupa-rupa kesulitan, TUHAN tidak akan membiarkan kita sendirian, karena DIA tahu siapa kita.

DIA tahu kalau kita lemah & tak berdaya. Percayalah!

Seperti bayangan yang terus mengikuti kita demikianlah TUHAN tidak pernah membiarkan kita.

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru

“Ini Tuhan!”

“Ini Tuhan!” Oswald Chambers dari buku My Utmost for His Highest (1935) Kata Yesus kepadanya, “Berilah Aku minum” (Yoh. 4:7). Berapa banyak dari kita yang

Selengkapnya »