Buah Roh, Bagian I

Buah Roh, Bagian I
Gal 5:22-23
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

BUAH ROH: KASIH
Hmm.. rasanya sebagai orang Kristen, kita sudah tidak asing lagi dengan kata yg satu ini: KASIH. Mungkin sudah ribuan kali kita dengar, baik dari lagu, kotbah, dll. Kasih selalu didengungkan, dibahas seolah tak ada habisnya, karena memang itulah intisari seluruh ajaran Alkitab.

Pertanyaannya adalah:
Meskipun kita sudah selalu mendengar bahkan mengucapkan kata kasih, apakah kita sudah mempraktikkan hidup penuh kasih itu dalam keseharian?

Ketika Paulus menuliskan daftar apa saja yg menjadi buah Roh, dia menuliskan KASIH sebagai buah yg pertama. Ini hal yg amat sangat penting, karena bukankah KASIH adalah awal dari semua buah roh yg berikutnya? Orang yg hatinya penuh kasih, maka dia pasti akan sukacita, penuh damai sejahtera, sabar dll.

Jadi sekali lagi, ayo kita lihat apa yg diingatkan Paulus di sini.
• Kata kasih yg digunakan di situ diterjemahkan dari kata “agape
• Kasih itu bukan sekadar perasaan, tetapi kasih itu komitmen dan tindakan.
• Kasih agape itu :
– kasih yg memberi tanpa pamrih, tulus dan rela
– kasih yg sedia berkurban, tidak mementingkan diri sendiri, tidak egois
– kasih yg tetap, tidak berubah kualitasnya, meskipun yg dikasihi tidak merespons seperti yg diharapkan
– pendeknya, kasih agape itu kualitasnya seperti kasih Allah kepada kita.
• Apakah tidak terlalu tinggi jika kasih agape itu yg mesti kita lakukan juga?
– Jika hidup kita dikuasai keinginan daging, pasti kasih agape tidak akan pernah terjadi dalam hidup kita. Karena keinginan daging akan membuat hidup kita berpusat pada ego, sehingga kita akan menjadi egois.
– Itu sebabnya, Paulus mengatakan bahwa kasih itu adalah buah Roh, artinya: jika kita benar-benar memberi diri untuk dipimpin oleh Roh Kudus dan berjalan menurut pimpinan-Nya, maka kasih agape itu juga yg akan menjadi buah kehidupan kita sehari-hari.
Jadi mari kita periksa diri:
– Apakah hidup kita berbuahkan kasih agape?
– Jika masih sulit mengasihi, periksalah diri: Apakah kita sungguh-sungguh bersedia hidup dipimpin Roh Kudus?

Selamat memaknai hidup hari ini dengan hidup berbuahkan kasih agape. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin!!

Lydia Indriati

Bagikan Informasi ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Informasi Terbaru