“Arti Kehadiran-Mu”

“Arti Kehadiran-Mu”
Suryanto

Jalan-Mu tak terselami
Oleh setiap hati kami
Namun satu hal yang ‘ku percaya
Ada rencana yang indah
Tiada terduga kasih-Mu
Heran dan besar bagiku
Arti kehadiran-Mu s’lalu
Nyata di dalam hidupku

Penyertaan-Mu sempurna
Rancangan-Mu pun dalam
Aman dan sejahtera
Walau di tengah badai
Inginku s’lalu bersama
Rasakan keindahan
Arti kehadiran-Mu Tuhan

Kita tentu pernah mendengar atau menyanyikan lagu ini bukan? Arti Kehadiran-Mu.
Saya yakin lagu ini tentunya tidak asing bagi kita semua bukan?
Saya mau mengajak saudara untuk memperhatikan teks lagu Arti Kehadiran-Mu ini.
Coba saudara perhatikan setiap huruf depan tiap kalimatnya, apa yang saudara lihat?
Huruf depan tiap kalimat lagu ini merupakan inisial nama, yaitu Jonathan Prawira.
Lagu Arti Kehadiran-Mu ini memang adalah lagu yang diciptakan oleh Jonathan Prawira.
Mengapa saya bisa tahu bahwa huruf depan tiap kalimatnya itu membentuk nama dia?
Itu karena Jonathan Prawira pernah sekali mampir di gereja kami untuk bersaksi.
Sewaktu bersaksi, dia yang mengatakan bahwa Tuhan memberikan dia lagu itu.
Tiba-tiba dia seakan mendapat sebuah melodi dan ide untuk menulis lagu ini.

Dia bercerita suatu kali dia mampir ke sebuah gereja yang lain juga untuk bernyanyi dan menyampaikan kesaksian firman Tuhan. Setelah dia selesai bernyanyi, ketika dia menyampaikan kesaksiannya, dia melihat seorang bapak yang duduk agak pinggiran di dekat tiang gedung gereja tersebut. Bapak itu menarik perhatian dia karena bapak itu tertidur ketika dia bernyanyi dan menyampaikan kesaksiannya. Setelah selesai ibadah tersebut, dia dipersilakan berdiri di depan pintu gereja untuk menyalami jemaat. Sampailah giliran si bapak yang tertidur tersebut. Lalu bapak tersebut berkata kepada dia, “Terima kasih banyak pak, lagu dan firman Tuhannya benar-benar memberkati saya!” sambil menyalami tangan dia.

Jonathan Prawira tentu saja dongkol juga, dalam hati dia berkata, “Aduh kamu tidak usah bohong deh pak, saya jelas-jelas lihat kamu tertidur tadi. Pakai bilang sangat memberkati pula!” Namun bapak itu kemudian meneruskan perkataannya, dia bilang, “Pak Jonathan saya sudah berminggu-minggu tidak bisa tidur. Bisnis saya sedang tidak bagus dan hampir gulung tikar. Hutang saya menumpuk di sana-sini. Saya juga dikejar-kejar oleh debt collector. Saya sudah minum obat tidur tetapi tetap tidak bisa tidur juga. Lagu yang pak Jonathan nyanyikan tadi tiba-tiba memberikan damai di hati saya dan membuat saya bisa tidur pulas walaupun hanya sebentar. Kata-kata pak Jonathan juga menghibur dan menguatkan saya kembali.”

Di tengah-tengah dunia yang penuh hiruk pikuk dan penuh dengan permasalahan, damai sejahtera itu menjadi sebuah barang yang langka dan mahal harganya. Orang berani membayar mahal untuk pergi ke tempat-tempat wisata untuk menenangkan diri. Saya tidak berkata bahwa kita tidak boleh pergi berlibur. Kita perlu berlibur untuk menyegarkan diri kita, berlibur bersama teman-teman dan keluarga kita. Namun, damai yang kita dapat ketika kita pergi berlibur itu hanya sementara. Setelah kita pulang berlibur, kita kembali ke realitas hidup kita lagi dan damai itu hilang kembali. Firman Tuhan katakan, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

Damai sejahtera yang sesungguhnya kita dapatkan dari Yesus, ketika Dia mengampuni dosa kita, ketika kita dekat dengan Tuhan, ketika kita mengerti untuk apa kita ada di dunia ini.

Bagikan Informasi ini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Informasi Terbaru

Mengenal Untuk

Mengenal Untuk Pdt. Selamet Y. Hakim Melanjutkan pembicaraan kita hari Selasa kemarin, kita melihat bahwa perintah Musa kepada bangsa Israel adalah perintah untuk mengenal Allah.

Selengkapnya »