Anugrah Keselamatan Yang Gratis

Anugrah Keselamatan Yang Gratis

Pdt. Max Chandra

Adalah sebuah kisah nyata pada zaman nabi Elisa hidup di Israel.  Dia adalah seorang nabi yang sangat luar biasa yang diurapi Tuhan.  Keluar- biasaannya bukan karena dia berani ngomong gede saja tetapi dia memohon Tuhan memberikan kuasa kepadanya dua kali lipat kuasa yang dimiliki oleh gurunya yang bernama Elia.  Tuhan mengabulkan permohonannya karena memang dia layak.  

Suatu hari datanglah seorang panglima tentara negri Aram ke Israel untuk minta disembuhkan penyakit kustanya. Penyakit kusta pada masa itu adalah penyakit yang tidak mungkin disembuhkan.  Namaan datang kepada raja Israel yang pernah dia kalahkan dalam peperangan.  Raja Israel ketakutan karena tidak tahu bagaimana menyembuhkan Naaman.  Elisa yang dekat dengan Tuhan itu mengetahui kedatangan Naaman, dan menyuruh muridnya beritahukan Naaman untuk datang kepadanya.  

Ketika Naaman datang ke pondok Elisa, Elisa tidak keluar menyambutnya tetapi hanya menyuruh muridnya beritahukan supaya dia pergi ke sungai Yordan untuk mandi tujuh kali.  Mendengar dan melihat sikap nabi itu , Naaman menjadi marah besar atas ketidak-sopanan Elisa terhadapnya.  Dia membayangkan Elisa datang membungkuk menyambutnya dan dia memberi banyak uang kepada nabi itu dan nabi itu sangat berterima kasih dan melakukan ritual atau pengobatan kepadanya.  Sekarang apa yang terjadi Elisa tidak terlihat batang hidungnya hanya menyuruhnya mandi di sungai Yordan yang kotor itu tujuh kali, apa-apaan ini?  

Untunglah para pengawal Naaman mencoba menghiburnya.  Seringlah Naaman mencari tabib dan tabib itu kadang menyuruh Naaman melakukan ini dan itu, mereka mohon Naaman mendengarkan permintaan nabi itu seperti tabib-tabib yang lain.  Naaman mencoba menenangkan diri dan pergi mandi di sungai Yordan tujuh kali dan ternyata sembuh.  Kulit tubuhnya tiba-tiba berubah dari kusta menjadi seperti kulit seorang anak.   Bukan hanya Naaman yang kaget tetapi seluruh pengawalnya yang mungkin jumlahnya ratusan itu terkesima melihat mujizat yang terjadi.

Naaman percaya Tuhan, dia mengatakan bahwa : “Di bawah kolong langit ini tidak ada Allah kecuali di Israel.”  

Naaman kembali menemui Elisa dan Elisa keluar menemuinya, dia berterima kasih dan memberikan 10 talenta perak, 6,000 syikal emas dan pakaian-pakaian kepada Elisa.  Elisa spontan menolak semua pemberian itu.  Pemberian Naaman nilainya kira-kira dua juta dolar Amerika atau 28 miliar rupiah.  Mengapa Elisa menolak?  

Murid-murid Elisa yang berdiri di samping Elisa melongok dan heran.  Apakah Elisa orang kaya?  Dia sangat miskin.  Sekolah nabi yang didirikan makan dari sayuran liar yang diambil dari dalam hutan.  Suatu hari mereka mengambil sayuran yang beracun tidak dapat makan sayur itu.  Elisa mengambil ranting dan dicelupkan ke kuali racunnya menjadi tawar dan boleh dimakan.  Muridnya membangun asrama dengan memotong kayu dari hutan.  Ketika memotong kayu mata kapak yang mereka pinjam itu jatuh ke danau, muridnya menjadi galau lalu Elisa melemparkan kayu ke dalam danau maka mata kapak itu mengapung.  Mereka sangat miskin.  Mengapa menolak persembahan Naaman sebesar 28 miliar?

Karena Elisa menolak semua persembahan itu, membuat Naaman kaget untuk kedua kalinya.  Kekagetan pertama karena kustanya sembuh, kekagetan kedua karena Elisa yang miskin itu menolak uangnya.  Elisa menolak pemberian Naaman karena Elisa mempunyai Tuhan yang jauh lebih kaya dari Naaman.  Bagi Elisa dia hanya menyembah Tuhan bukan mamon.  Kalau Tuhan tidak menyuruhnya mengambil uang itu maka dia tidak akan mengambilnya.  

Elisa hanya mencari perkenanan Tuhan bukan manusia.  Ada kisah seorang anak umur sepuluh tahun mengadakan konser biola.  Dia terkenal sebagai pemain biola cilik yang luar biasa.  Sebab itu dia diundang untuk main dalam suatu konser.  Setelah dia memainkan beberapa lagu sangat mempesona penonton, dan penonton pada berdiri bertepuk tangan memujinya.  Pemimpin acara berkata kepada anak itu: “Lihat semua orang memujimu dan menyambut dengan tepukan tangan yang meriah tetapi mengapa engkau menangis sedih?”  Lalu anak itu menunjuk kepada seorang kakek yang duduk dibaris depan.  Pemimpin acara mengatakan bahwa semua orang berdiri bertepuk tangan memujimu hanya si kakek tua itu yang tidak mengerti musik yang tidak berdiri, mengapa kamu harus sedih?  Anak itu menjawab dia itu guru biolaku, dia tahu saya melakukan banyak kesalahan, orang lain tidak tahu tetapi dia tahu.  

Di hadapan Tuhan dan manusiapun kita harus seperti ini, ketika semua orang mengatakan kita baik, tetapi Tuhan menggelengkan kepala maka harus sedih.  Sebaliknya ketika semua orang mengatakan kita bodoh tetapi Tuhan mengatakan kita ok maka kita seharusnya senang.  Itulah Elisa.  Mungkin murid-murid Elisa kesal sekali dan menganggap Elisa adalah guru yang bodoh, mengapa harus menolak uang persembahan Naaman?  Bagi Elisa taat kepada Tuhan lebih dari kepada yang lain.  Kalau Tuhan mau memberkati jangankan 28 miliar, 28 triliun pun sanggup Dia berikan kepada Elisa. 

Salahkah kalau dia mengambilnya? Kalau Elisa mengambil uang itu maka Naaman akan merasa bahwa kesembuhannya adalah karena dia membayar atau membelinya dan bukan karena anugrah.  Anugrah itu gratis.  Kalau harus bayar itu sudah bukan anugrah.  Karena anugrah inilah Naaman memutuskan untuk percaya Tuhannya Israel, dan bukan hanya dia yang percaya tetapi semua pengawal yang menyaksikan peristiwa itu dan juga semua orang yang mendengarkan cerita mereka bahkan raja Aram akan percaya Tuhan.  

Karena Elisa menolak uang itu, mengakibatkan berapa banyak orang di negri Aram yang percaya Allah yang benar dan tidak binasa.  

 

 

Gambar diattribusikan ke Moody Publishers / FreeBibleimages.org.

Bagikan Informasi ini

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Informasi Terbaru